TERASJABAR.ID – HPV atau Human Papillomavirus merupakan virus yang dapat menginfeksi permukaan kulit serta selaput lendir tubuh.
Virus ini bisa menyerang berbagai bagian tubuh, mulai dari kulit, mulut, hingga organ reproduksi.
Sebagian besar kasus infeksi HPV tidak menunjukkan gejala dan dapat hilang dengan sendirinya.
Meski begitu, beberapa tipe HPV tergolong berisiko tinggi karena dapat memicu penyakit serius, termasuk kanker serviks pada wanita.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, HPV menjadi salah satu penyebab utama kanker serviks yang memiliki angka kasus cukup tinggi di Indonesia.
Penyebab dan Penularan HPV
HPV hidup di lapisan permukaan kulit dan dapat masuk ke tubuh melalui luka kecil yang sering kali tidak disadari. Penularannya dapat terjadi melalui:
Kontak langsung antar kulit
Hubungan seksual dengan penderita HPV
Penularan dari ibu ke bayi saat proses persalinan
Risiko terinfeksi HPV dapat meningkat pada orang dengan kondisi berikut:
Daya tahan tubuh lemah
Memiliki riwayat penyakit menular seksual
Adanya luka terbuka pada kulit
Sering berganti pasangan seksual
Gejala HPV
Infeksi HPV umumnya tidak menimbulkan tanda khusus. Namun, pada sebagian kasus dapat muncul kutil di beberapa bagian tubuh.
Gejala yang dapat terjadi antara lain:
Kutil kasar pada tangan, jari, atau lengan
Kutil keras di telapak kaki yang menimbulkan rasa tidak nyaman saat berjalan
Kutil datar di area wajah, terutama pada anak-anak
Kutil kelamin berbentuk menyerupai kembang kol dan terasa gatal
Pada tipe HPV berisiko tinggi, infeksi dapat berlangsung tanpa gejala tetapi menyebabkan perubahan sel yang berpotensi berkembang menjadi kanker, terutama kanker serviks.
Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?
Pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan apabila mengalami kondisi berikut:
Muncul kutil di area tubuh, terutama pada kelamin atau anus
Kutil terasa nyeri, berdarah, atau semakin membesar
Kutil mengganggu aktivitas sehari-hari
Terdapat perubahan tidak normal pada area kelamin, seperti luka atau perdarahan
Deteksi sejak dini penting dilakukan untuk memastikan diagnosis dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Diagnosis HPV
Untuk memastikan adanya infeksi HPV, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan, khususnya pada wanita, seperti:
Pemeriksaan IVA
Pap smear untuk mendeteksi perubahan sel serviks
Tes HPV DNA guna mengetahui jenis HPV berisiko tinggi
Pemeriksaan fisik
Biopsi bila diperlukan
Pengobatan HPV
Sebagian besar infeksi HPV dapat sembuh tanpa penanganan khusus. Namun, jika muncul kutil, pengobatan dilakukan untuk mengurangi gejala dan menghilangkan kutil.
Beberapa metode penanganan meliputi:
Obat oles
Krioterapi atau pembekuan kutil
Kauter dengan aliran listrik
Operasi atau terapi laser
Meski demikian, tindakan tersebut bertujuan menghilangkan kutil dan belum tentu menghapus virus HPV sepenuhnya dari tubuh.
Komplikasi HPV
Apabila tidak ditangani dengan baik, HPV dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti:
Kutil yang semakin menyebar atau membesar
Gangguan pada saluran pernapasan atas
Kanker serviks
Kanker anus
Kanker mulut dan tenggorokan
Pada ibu hamil, infeksi HPV juga dapat menyebabkan gangguan selama kehamilan maupun proses persalinan.
Pencegahan HPV
Langkah paling efektif untuk mencegah HPV adalah melalui vaksinasi HPV. Vaksin ini berfungsi melindungi tubuh dari jenis HPV berisiko tinggi yang dapat menyebabkan kanker serviks.
Kementerian Kesehatan merekomendasikan vaksin HPV dalam program imunisasi nasional dengan jadwal berikut:
Anak perempuan usia 9–13 tahun: 2 dosis dengan jarak 12 bulan
Usia di atas 13 tahun: 3 dosis sesuai jadwal
Vaksin HPV juga dianjurkan bagi orang dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi tersebut.
HPV pada Pria
HPV tidak hanya menyerang wanita, tetapi juga dapat menginfeksi pria. Pada pria, HPV dapat menyebabkan kutil kelamin dan meningkatkan risiko kanker penis, kanker anus, hingga kanker tenggorokan.
Karena sering tidak menimbulkan gejala, infeksi HPV pada pria kerap tidak disadari sehingga berpotensi menularkan virus kepada pasangan. Oleh sebab itu, vaksinasi HPV juga penting dilakukan oleh pria sebagai langkah pencegahan.-***
















