TERASJABAR.ID – Virus hanta atau hantavirus merupakan infeksi yang ditularkan melalui paparan kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi.
Meski bukan penyakit baru, virus ini masih menjadi perhatian karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius.
Hantavirus pertama kali ditemukan di sekitar Sungai Han, Korea Selatan, pada tahun 1970-an dan kini telah ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Virus hanta memiliki beberapa jenis atau strain dengan karakteristik berbeda. Perbedaan strain dapat memengaruhi tingkat keparahan penyakit, wilayah penyebaran, hingga gejala yang muncul pada penderitanya.
Gejala virus hanta biasanya muncul dalam waktu 1–8 minggu setelah terpapar virus.
Berikut sudah dirangkum beberapa gejala virus hanta yang penting untuk dikenali sejak dini.
Baca Juga: Ada 5 Posisi, PT Medion Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK
Demam Tinggi Secara Tiba-Tiba
Salah satu tanda awal dari infeksi virus hanta yang sering dijumpai adalah demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba.
Hal ini merupakan respon tubuh saat melawan virus yang menginfeksi. Demam ini umumnya disertai dengan menggigil, sensasi panas pada tubuh, serta produksi keringat yang berlebihan.
Dalam beberapa situasi, orang yang terinfeksi merasakan ketidaknyamanan akibat terus meningkatnya suhu tubuh dalam waktu yang singkat.
Nyeri Otot yang Cukup Berat
Infeksi virus hanta juga dapat mengakibatkan rasa sakit pada otot yang cukup parah.
Rasa sakit ini biasanya dirasakan di bagian paha, punggung, bahu, serta pinggul.
Baca Juga: Buruan Daftar! Milk n Crumbs Bandung Buka Loker Terbaru, Minat?
Sakit Kepala dan Tubuh Lemas
Gejala berikutnya dari virus hanta adalah sakit kepala yang disertai dengan kelelahan yang berlebihan.
Orang yang terinfeksi umumnya merasa sangat lemah, sehingga sulit untuk melakukan aktivitas ringan seperti berjalan atau bahkan bangun dari tempat tidur.***

















