TERASJABAR.ID – Gedung Creative Center GCC Kota Tasikmalaya di kawasan Dadaha kembali disorot. Kali ini kritik datang dari kalangan penyandang disabilitas, yang menilai fasilitas publik kebanggaan kota ini belum menyediakan sarana aksesibilitas memadai.
Sorotan mencuat saat kegiatan nonton bareng film dokumenter karya penyandang disabilitas, yang digelar di gedung tersebut. Sejumlah peserta menilai GCC masih minim fasilitas pendukung.
Jalur landai bagi pengguna kursi roda dan guiding block untuk penyandang tunanetra nyaris tidak terlihat. Kondisi ini membuat banyak penyandang disabilitas kesulitan mengakses ruang kegiatan secara mandiri.
Ketua Perkumpulan Pecinta Anak Disabilitas Kota Tasikmalaya Harniwan Obech menegaskan, fasilitas publik seharusnya ramah disabilitas, dirancang agar dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“GCC sering digunakan untuk kegiatan masyarakat termasuk komunitas disabilitas. Karena itu aksesibilitas perlu menjadi perhatian agar semua orang dapat memanfaatkan fasilitas ini secara setara,” ujar obech, Senin (15/6/2026).
Menurut Obech, penyediaan sarana ramah disabilitas bukan hanya soal kenyamanan, melainkan bagian dari pemenuhan hak penyandang disabilitas sebagaimana diatur dalam Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Ia menilai, keterbatasan akses fisik dapat menghambat partisipasi penyandang disabilitas dalam berbagai kegiatan publik. Jika gedung pertemuan saja sulit dijangkau bagaimana penyandang disabilitas bisa terlibat aktif dalam ruang sosial dan budaya.
“Karena itu pemerintah daerah diharapkan segera melakukan evaluasi dan melengkapi fasilitas yang masih kurang,” ucap Obech.
Ia menambahkan, pembangunan fasilitas publik yang inklusif merupakan langkah penting untuk mewujudkan kesetaraan dan memastikan seluruh warga dapat mengakses ruang publik secara mandiri dan aman.
Gedung publik seharusnya bisa dinikmati semua kalangan. Inklusivitas perlu menjadi standar dalam setiap pembangunan fasilitas umum.*


















