TERASJABAR.ID – Warganet banyak mempertanyakan Nasib dari Fiersa Besari usai ada kabar 2 orang dari rombongannya saat mendaki Carstensz, Papua dikabarkan meninggal dunia.
Bahkan Firesa sempat dinyatakan hilang kontak dan membuat sang istri, Siti Aqia juga ikut panik, namun kini Fiesa membuat tenang istri dan para penggemar setelah melakukan update dan mengunggah positingan perdana setelah tragedy maut.
Musisi tersebut mengatakan duka mendalam atas meninggalnya 2 pendaki wanita di Carstensz pada 28 Februari. Ia mendoakan agar dua pendaki yang meninggal akibat hipotermia itu, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Dalam tulisan ini, saya ingin memberikan ucapan belasungkawa yang terdalam. Turut berduka cita atas berpulangnya Bu Lilie Wijayanti Poegiono (Mamak Pendaki) dan Bu Elsa Laksono. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Semoga Bu Lilie dan Bu Elsa diberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” tulis Fiersa.
- Idealnya Rakyat Indonesia Terbebas dari Pajak dan Dapat Memperoleh Subsidi untuk Semua Kebutuhan Hidupnya yang Pokok
- Republik yang Memungut Air Mata
- Tim SAR Gabungan Evakuasi 4 Pekerja Bangunan yang Tertimbun Longsor di Desa Cisempur Dalam Keadaan Meninggal Dunia
- Kepergok Mencuri Motor, Pelaku di Gebukin Warga secara Gotong-royong
- Mendiktisaintek: Ekosistem Riset Harus Dibangun Bersama, Forum Dialog Jadi Ruang Perbaikan Berkelanjutan
Bung Fiesa juga meminta maaf karena baru bisa memberikan kabar, karena dirinya mengaku masih syok dan berduka setelah tragedy yang terjadi.
“Saya juga ingin meminta maaf karena baru mengabari perihal situasi Carstensz Pyramid (puncak tertinggi Indonesia dengan nama lain Puncak Jaya), karena kami yang berada di basecamp Yellow Valley pun merasa sangat syok dan berduka atas tragedi yang telah terjadi,”katanya
Fiersa juga beberkan jika medan tebing Carstensz Pyramid cukup curam dan berbahaya. Ia juga mengungkap bila pendaki rentan terkena hipotermia saat berada di ketinggian di atas 4000 MDPL dalam kondisi cuaca buruk.
Karena itu, pendaki perlu berhati-hati dan tak boleh diam terlalu lama demi mencegah terkena hipotermia.

















