TERASJABAR.ID – Warganet banyak mempertanyakan Nasib dari Fiersa Besari usai ada kabar 2 orang dari rombongannya saat mendaki Carstensz, Papua dikabarkan meninggal dunia.
Bahkan Firesa sempat dinyatakan hilang kontak dan membuat sang istri, Siti Aqia juga ikut panik, namun kini Fiesa membuat tenang istri dan para penggemar setelah melakukan update dan mengunggah positingan perdana setelah tragedy maut.
Musisi tersebut mengatakan duka mendalam atas meninggalnya 2 pendaki wanita di Carstensz pada 28 Februari. Ia mendoakan agar dua pendaki yang meninggal akibat hipotermia itu, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Dalam tulisan ini, saya ingin memberikan ucapan belasungkawa yang terdalam. Turut berduka cita atas berpulangnya Bu Lilie Wijayanti Poegiono (Mamak Pendaki) dan Bu Elsa Laksono. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Semoga Bu Lilie dan Bu Elsa diberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” tulis Fiersa.
- Guru Perempuan Ciamis Juara 1 Paduan Suara se-Jawa Barat, Harumkan Nama Tatar Galuh
- Libur Panjang Lereng Ciremai Jadi Sasaran Wisatawan Domestik
- Pelatihan Vokasi Batch 2 Dibuka Mulai 19 Mei: Kuota 30 Ribu Peserta, Gratis dan Bersertifikat BNSP
- Road Show “Ngaji Lewat Seni” Singgah di BEEK
- 3 Hari Dicari, Jasad Johan, Pekerja Ponpes Nurul Huda yang Hanyut di Sungai Cikapundung Akhirnya Ditemukan
Bung Fiesa juga meminta maaf karena baru bisa memberikan kabar, karena dirinya mengaku masih syok dan berduka setelah tragedy yang terjadi.
“Saya juga ingin meminta maaf karena baru mengabari perihal situasi Carstensz Pyramid (puncak tertinggi Indonesia dengan nama lain Puncak Jaya), karena kami yang berada di basecamp Yellow Valley pun merasa sangat syok dan berduka atas tragedi yang telah terjadi,”katanya
Fiersa juga beberkan jika medan tebing Carstensz Pyramid cukup curam dan berbahaya. Ia juga mengungkap bila pendaki rentan terkena hipotermia saat berada di ketinggian di atas 4000 MDPL dalam kondisi cuaca buruk.
Karena itu, pendaki perlu berhati-hati dan tak boleh diam terlalu lama demi mencegah terkena hipotermia.
















