TERASJABAR.ID – Jerman mengawali perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan atas Curacao di Houston, Minggu waktu setempat.
Meski skor akhir menunjukkan dominasi Der Panzer, pertandingan ini sempat menghadirkan kejutan yang membuat banyak pihak terkejut.
Awalnya, laga berjalan sesuai prediksi. Jerman langsung menekan sejak menit-menit awal dan berhasil membuka keunggulan hanya beberapa menit setelah kick-off.
Felix Nmecha mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan matang dari Florian Wirtz dan melepaskan tembakan indah ke sudut gawang.
Meski sepanjang pertandingan, tim asuhan Julian Nagelsmann sempat dibuat frustrasi karena gagal menambah keunggulan. Wirtz, Leroy Sane, dan Nmecha beberapa kali menciptakan peluang, namun penyelesaian akhir belum maksimal.
Curacao Sempat Kejutkan Jerman
Di tengah dominasi Jerman, Curacao justru berhasil menciptakan momen bersejarah.
Livano Comenecia memanfaatkan kesalahan lini belakang Jerman dan sukses menaklukkan Manuel Neuer untuk menyamakan kedudukan.
Gol tersebut memicu euforia luar biasa bagi para pendukung Curacao yang hadir di stadion dan sempat membuat Jerman berada dalam tekanan.
Namun, keunggulan kualitas skuad Jerman akhirnya berbicara.
Nico Schlotterbeck memperbaiki kesalahannya dengan mencetak gol yang mengembalikan keunggulannya.
Kai Havertz kemudian memperbesar skor melalui titik penalti setelah Felix Nmecha mendarat di kotak terlarang.
Memasuki babak kedua, Jerman tampil semakin dominan.
Jamal Musiala juga mencatatkan namanya di papan skor, sebelum Nathaniel Brown dan Deniz Undav menambah gol untuk Jerman.
Havertz melengkapi penampilannya dengan gol kedua untuk memastikan kemenangan telak Der Panzer 7-1.
Meski harus menelan kekalahan, Curacao tetap mencuri perhatian lewat gol bersejarah Comenecia yang akan selalu dikenang sebagai salah satu momen terbesar dalam sejarah sepak bola negara Karibia tersebut.
Sementara itu, kemenangan ini menjadi modal penting bagi Jerman yang bertekad menghapus kenangan buruk setelah dua kali gagal lolos dari fase grup pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya.-***














