Sementara itu, Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya, Dickie Sulistya Aprilyanto menyampaikan bahwa Home InStyle 2026 mengusung pendekatan hibrida yang mengintegrasikan kegiatan luring dan daring sehingga membuka peluang interaksi bisnis yang lebih luas.
“Melalui platform digital yang tersedia, peserta dapat melanjutkan komunikasi bisnis, menjajaki peluang kerja sama, serta mengakses informasi produk secara lebih luas dan efisien,” jelas Dickie.
Menurutnya, partisipasi BPIFK dalam pameran internasional tersebut merupakan bentuk komitmen Kemenperin dalam mendukung promosi, pemasaran, dan penguatan jejaring IKM Indonesia di tingkat global, sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri fesyen serta kriya nasional.
“Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi produk kriya Indonesia di pasar internasional dan mendorong peningkatan kontribusi IKM terhadap perekonomian nasional,” tutupnya.***
Sumber: Siaran Pers Kemenperin


















