TERASJABAR.ID – Kinerja industri manufaktur nasional terus menunjukkan tren positif dan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pada triwulan I tahun 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen (year-on-year), dengan sektor industri pengolahan tetap mendominasi struktur perekonomian nasional dengan kontribusi sebesar 19,07 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Capaian ini tidak terlepas dari arah kebijakan pemerintah yang konsisten pro-industri.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas berbagai arahan strategis dan kebijakan yang berpihak pada penguatan sektor industri sekaligus melindungi pekerja industri di dalam negeri.
Pada triwulan I 2026, sektor industri pengolahan juga mencatat pertumbuhan sebesar 5,04 persen (y-o-y) dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar dengan kontribusi sebesar 1,03 persen, tertinggi dibandingkan sektor ekonomi lainnya seperti perdagangan, pertanian, maupun konstruksi.
Hal ini menegaskan bahwa industri manufaktur tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan kontributor utama dalam memacu pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen pada periode tersebut.
Menperin menegaskan, capaian ini mencerminkan ketahanan sektor manufaktur yang terus terjaga di tengah dinamika global.
“Kinerja industri manufaktur tetap solid karena adanya permintaan yang meningkat, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ini menegaskan bahwa manufaktur masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
















