Pameran ini mengangkat tema inovasi material, eksplorasi budaya, dan penguatan kreativitas desain, sekaligus menampilkan solusi berbasis teknologi untuk mendukung kebutuhan masyarakat lanjut usia seiring berkembangnya tren silver economy.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan, keikutsertaan IKM binaan dalam pameran internasional menjadi sarana penting untuk meningkatkan wawasan terhadap perkembangan tren desain dan inovasi kreatif dunia.
“Pada ajang Home InStyle 2026, Ditjen IKMA melalui BPIFK membawa tiga IKM alumni program Creative Business Incubator (CBI), yakni Manamu dari Bali, Kampoeng Anyaman dari Jawa Tengah, dan Koto Batu dari Banten,” jelas Reni.
Selain menjadi ajang promosi dan temu bisnis, pameran tersebut juga menghadirkan berbagai inovasi desain dan teknologi melalui kolaborasi dengan sejumlah mitra internasional.
Salah satu area utama dalam pameran adalah Cultural and Creative Avenue yang menampilkan karya desain terkurasi dari berbagai negara dengan memadukan unsur budaya dan pendekatan desain kontemporer.
HKTDC juga berkolaborasi dengan Pantone untuk memperkenalkan warna tren 2026, yaitu “Cloud Dancer”, yang diaplikasikan pada berbagai produk home and lifestyle.
Prestasi membanggakan turut diraih salah satu IKM binaan BPIFK, yakni Koto Batu, yang berhasil memperoleh penghargaan “Best of Show Award” pada ajang European Product Design Award x HKTDC Home InStyle 2026 melalui karya desain bertajuk Felora.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kualitas desain, inovasi, dan nilai estetika produk Indonesia telah mendapatkan pengakuan di tingkat internasional,” ungkap Reni.


















