TERASJABAR.ID – Iran memutuskan untuk tidak ikut serta dalam putaran kedua perundingan dengan Amerika Serikat, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi IRNA pada Minggu.
Menurut laporan tersebut, keputusan itu diambil karena Teheran menilai Washington mengajukan tuntutan yang berlebihan dan tidak realistis, serta kerap mengubah sikap dan pernyataannya.
Selain itu, Iran juga menyoroti adanya kontradiksi berulang dari pihak AS dan keberlanjutan blokade angkatan laut yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.
IRNA turut menuduh Amerika Serikat memainkan narasi saling menyalahkan dan menyebarkan informasi yang tidak akurat terkait partisipasi Iran dalam perundingan tersebut.
Tuduhan ini disebut sebagai upaya untuk menekan Iran di tengah situasi yang semakin tegang.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menuding Iran telah melakukan pelanggaran serius terhadap gencatan senjata.
Meski demikian, ia tetap optimistis bahwa kesepakatan damai masih bisa dicapai dalam waktu dekat.
Hal ini disampaikan melalui pernyataan yang dikutip oleh jurnalis ABC News, Jonathan Karl, di platform X.
Sebelumnya, Trump juga mengungkapkan bahwa delegasi Amerika Serikat akan bertolak ke Islamabad, Pakistan, untuk melanjutkan negosiasi terkait Iran.
Delegasi tersebut disebut akan dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, serta Jared Kushner.-***















