(Karena Orang Tidak Butuh Penjual, Mereka Butuh Pemecah Masalah)
Oleh: Subchan Daragana
Akademisi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie
CEO ASM Advertising
Kita hidup di zaman ketika semua orang ingin menjual sesuatu.
Menjual produk.
Menjual jasa.
Menjual ide.
Bahkan menjual citra diri.
Ironisnya, semakin banyak orang menjual, semakin sedikit yang benar-benar didengarkan.
Sebab manusia tidak sedang mencari penjual.
Mereka sedang mencari seseorang yang memahami masalah mereka.
Ironisnya, semakin keras seseorang mencoba menjual, semakin besar kemungkinan kita menjauh.
Kita hidup di zaman ketika setiap orang berlomba menarik perhatian. Notifikasi berseliweran tanpa henti. Iklan muncul di setiap platform digital. Konten promosi membanjiri media sosial dari pagi hingga malam. Semua orang ingin didengar, semua orang ingin viral, dan semua orang ingin menjual sesuatu.
Namun ada sebuah paradoks yang menarik.
Semakin ramai orang berbicara, semakin sedikit yang benar-benar didengarkan.
Di era digital hari ini, masalah terbesar bisnis bukan lagi bagaimana berbicara lebih banyak. Masalahnya adalah bagaimana membuat orang percaya. Trusting !!!
Kepercayaan telah menjadi mata uang baru dalam komunikasi pemasaran modern.
Karena pada akhirnya, manusia tidak membeli dari mereka yang paling banyak berbicara. Manusia membeli dari mereka yang paling mampu memahami.
Konsumen Tidak Bangun Pagi untuk Memikirkan Produk Kita
Salah satu kesalahan terbesar dalam dunia pemasaran adalah menganggap konsumen peduli pada produk kita.
Faktanya, konsumen tidak bangun pagi sambil memikirkan merek kita.
Mereka bangun pagi memikirkan masalah mereka sendiri.
Mereka memikirkan tagihan yang harus dibayar.
Mereka memikirkan target bisnis yang harus dicapai.
Mereka memikirkan masa depan anak-anak mereka.
Mereka memikirkan kesehatan, pekerjaan, keluarga, dan berbagai tantangan hidup lainnya.
Karena itu, ketika sebuah merek hadir hanya untuk berbicara tentang dirinya sendiri, konsumen sering kali tidak tertarik.
Sebaliknya, ketika sebuah merek mampu menggambarkan masalah yang sedang mereka hadapi, perhatian mulai muncul.
Ketika merek menawarkan solusi yang relevan, ketertarikan mulai tumbuh.
Ketika solusi tersebut terbukti konsisten, kepercayaan mulai terbentuk.
Dan ketika kepercayaan telah terbentuk, keputusan pembelian menjadi jauh lebih mudah terjadi.
















