TERASJABAR.ID – Donald Trump membatalkan rencana kunjungan pejabat Amerika Serikat ke Pakistan untuk membahas konflik dengan Iran pada Sabtu, tak lama setelah delegasi Teheran meninggalkan Islamabad.
Ia menilai perjalanan tersebut akan membuang waktu, seraya menyatakan bahwa jika Iran ingin berdialog, mereka cukup menghubungi langsung.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu mediator Pakistan dan menyebut ada kesamaan pandangan terkait upaya mengakhiri perang.
Namun, ia meragukan keseriusan AS dalam jalur diplomasi.
Situasi ini terjadi meski gencatan senjata yang diperpanjang oleh Trump, –yang semula berakhir 22 April– masih berlaku.
Ketegangan kedua negara berpusat di Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan minyak dunia.
Iran membatasi lalu lintas kapal setelah serangan AS dan Israel pada Februari, sementara Washington meningkatkan kehadiran militernya untuk menekan ekspor minyak Iran.
Gedung Putih sebelumnya menyebut Iran ingin berunding, tetapi Teheran membantah adanya rencana pertemuan langsung.
Trump juga menyinggung adanya ketidakjelasan kepemimpinan di Iran.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tetap terbuka untuk dialog, meski mengkritik tekanan dan ancaman dari pihak lawan.
Pakistan berperan sebagai mediator dalam beberapa pekan terakhir, namun pembicaraan sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan.
Ketegangan juga meluas ke kawasan lain, termasuk konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon selatan.-***


















