TERASJABAR.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut telah melaksanakan koordinasi dengan pihak pihak terkait dalam rangka pengamanan kegiatan Gebyar Pesona Budaya yang akan di gelar pada 25 April 2026 mendatang.
Pada saat pelaksanaan beberapa ruas jalan akan diadakan penutup namun hanya bersifat sementara sebagai upaya untuk kelancaran kegiatan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Drs. Satriabudi, M.Si., mengatakan kepada Media bahwa pihaknya menyatakan kesiapan mulai dari rekayasa jalur kendaraan, pasangan rambu rambu, hingga pengaturan area Parkir.
” Secara teknis kami sudah siap, terutama dalam pemasangan rambu-rambu dan pengaturan arus lalu lintas sesuai arahan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Garut,” ujarnya. Kamis (23/04/2026)
Budi juga menjelaskan pihaknya melakukan koordinasi lintas instansi sebagai pertimbangan secara teknis untuk menimalisir kemacetan, bukan hanya koordinasi saja tetapi melakukan kajian kondisi dilapangan.
“Dari awal memang ada arahan untuk mempertimbangkan kondisi situasi di lapangan secara matang. Kajian dari pihak kepolisian juga menjadi dasar penting agar potensi kemacetan bisa diminimalisir,” katanya.
Salah satu keputusan penting hasil koordinasi tersebut adalah perubahan rute kegiatan. Jika sebelumnya direncanakan melintasi kawasan Bundaran Suci, kini jalur dialihkan melalui kawasan Ciledug dengan jarak tempuh sekitar 2 kilometer hingga Alun-alun Garut.
Menurut Satriabudi, perubahan ini dinilai lebih realistis dan efisien dari sisi teknis.
“Kalau di Bundaran Suci jaraknya cukup panjang dan berpotensi menimbulkan hambatan yang lebih besar. Sementara jalur Ciledug lebih memungkinkan karena banyak alternatif jalan yang bisa digunakan masyarakat,” jelasnya.
Selain faktor kelancaran arus lalu lintas, ketersediaan lahan parkir juga menjadi pertimbangan utama. Budi menambahkan jalur jalan Ciledug memiliki sejumlah titik yang bisa dimanfaatkan sebagai area parkir dengan akses yang relatif dekat ke lokasi kegiatan.
“Di Ciledug itu banyak alternatif untuk parkir dan jaraknya tidak terlalu jauh. Ini hasil pertimbangan dalam rapat bersama Disparbud,” tambahnya.
Meski demikian, Dishub mengakui bahwa penutupan jalan tetap akan berdampak pada aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan sosialisasi secara bertahap kepada warga dan pengguna jalan agar dapat menyesuaikan perjalanan selama acara berlangsung.
Sementara itu, sejumlah warga berharap informasi terkait rekayasa lalu lintas dapat disampaikan lebih luas dan jauh hari sebelumnya. Hal ini penting agar aktivitas harian, termasuk kegiatan ekonomi dan pendidikan, tidak terganggu.
Di sisi lain, pelaksanaan Gebyar Pesona Budaya Garut mendapat sambutan positif sebagai upaya pelestarian budaya lokal sekaligus mendorong sektor pariwisata daerah. Pemerintah Kabupaten Garut pun optimis kegiatan ini dapat berjalan lancar dengan dukungan semua pihak.
Dengan kesiapan teknis yang telah dilakukan serta sinergi antar instansi, diharapkan acara tahunan tersebut tidak hanya meriah, tetapi juga tetap tertib dan aman bagi seluruh masyarakat.*
















