TERASJABAR.ID – Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan, mengingatkan pemerintah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak konflik geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi ketahanan pangan nasional.
Hal tersebut ia sampaikan di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Johan menyoroti meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel yang juga melibatkan Amerika Serikat.
“Dampak dari perang Iran, Israel dan keterlibatan Amerika ini perlu diseriusi untuk diamati oleh pemerintah. Yaitu berdampak kepada harga minyak dunia dan itu akan berpengaruh kepada biaya distribusi dan juga biaya produksi pangan kita,” ujar Politisi Fraksi PKS ini, sebagaimana ditulis Parelementaria pada Selasa, 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa lonjakan harga minyak biasanya akan meningkatkan biaya logistik. Kondisi ini berisiko membuat penyaluran bahan pangan ke berbagai daerah menjadi lebih mahal dan tidak merata.
Jika tidak diantisipasi sejak dini, situasi tersebut dapat menyebabkan perbedaan harga yang semakin lebar antarwilayah.
Johan juga menilai bahwa meskipun pemerintah menyatakan stok pangan selama Ramadan mencukupi, persoalan di lapangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pasokan.
Stabilitas harga dan kelancaran distribusi juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memperkuat produksi pangan dalam negeri guna mengurangi ketergantungan pada impor.
Menurutnya, upaya mewujudkan kedaulatan pangan harus menjadi bagian penting dalam strategi ketahanan nasional.
Komisi IV DPR RI, kata Johan, akan terus mendorong pemerintah untuk mengambil langkah antisipatif agar dinamika global tidak menimbulkan tekanan tambahan bagi petani maupun masyarakat sebagai konsumen.-***
















