TERASJABAR.ID – Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Meski sering dianggap datang secara tiba-tiba, kondisi ini sebenarnya sering dipicu oleh kebiasaan sehari-hari yang berlangsung dalam jangka panjang tanpa disadari.
Menurut informasi kesehatan, stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.
Kondisi tersebut menyebabkan sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan permanen hingga kematian jika tidak segera ditangani.
Sejumlah kebiasaan yang dianggap sepele ternyata dapat meningkatkan risiko stroke.
Di antaranya adalah konsumsi makanan tinggi garam yang dapat memicu hipertensi, penurunan aktivitas fisik, kebiasaan begadang, merokok, konsumsi gula berlebihan, stres yang tidak terkelola dengan baik, serta jarang melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
Kurangnya aktivitas fisik diketahui dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan tekanan darah tinggi.
Sementara itu, merokok dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat terbentuknya plak yang memicu penyumbatan.
Konsumsi gula berlebih juga berkontribusi terhadap diabetes dan obesitas yang menjadi faktor risiko stroke.
Masyarakat juga diimbau mengenali gejala awal stroke melalui metode FAST, yaitu wajah menurun di sebelah, kelemahan pada lengan, gangguan pembicaraan, dan pentingnya segera mencari pertolongan medis.
Penanganan yang cepat dapat meningkatkan peluang pemulihan pasien.
Untuk menekan risiko stroke, masyarakat disarankan menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, tidur cukup, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan Kolesterol secara berkala.
Langkah-langkah sederhana tersebut dinilai efektif membantu mencegah stroke sejak dini.-***














