TERASJABAR.ID – Program Prioritas Nasional, Sekolah Rakyat telah berjalan satu tahun. Kehadiran program inisiasi Presiden Prabowo Subianto ini semakin menegaskan instrumen strategis pemerintah dalam memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan yang menyasar kelompok paling rentan.
“Hampir satu tahun berjalan, Sekolah Rakyat membuktikan bahwa negara tidak boleh kalah oleh kemiskinan. Anak-anak yang selama ini tak terlihat, yang tak pernah tersentuh pendidikan, hari ini kita jemput, kita didik, dan kita siapkan masa depannya. Ini bukan sekadar program, ini gerakan memutus rantai kemiskinan,” tegas Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Ia menyampaikan hal itu saat menghadiri acara “Satu Tahun Perjalanan Sekolah Rakyat: Capaian Strategis dan Sinergi Keberlanjutan” di Gedung Heritage Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Rabu (29/4/2026).
Dilansir laman Kemensos, Saifullah Yusuf menekankan bahwa Sekolah Rakyat dirancang bukan sekadar memberi akses pendidikan, tetapi menghadirkan intervensi menyeluruh bagi keluarga miskin.
“Sekolah Rakyat pada dasarnya adalah bagian dari penuntasan kemiskinan. Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, dan muaranya setelah lulus mereka menjadi keluarga yang mandiri. Ini miniatur penuntasan kemiskinan,” ujarnya.
Sekolah Rakyat mencatat capaian nyata selama hampir setahun penyelenggaraannya, antara lain sebanyak 166 lokasi rintisan dibangun di 34 provinsi serta menjangkau lebih dari 15 ribu siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Kemudian, sistem tanpa seleksi akademik, berbasis penjangkauan langsung ke rumah-rumah warga. Ditambah pula model sekolah asrama penuh dengan pemenuhan kebutuhan dasar, pendidikan, dan pembinaan karakter.
Capaian tersebut terlihat dari sebagian besar siswa berasal dari kondisi sosial ekonomi yang sangat terbatas, termasuk yang belum pernah sekolah maupun putus sekolah. Dampak program tersebut mulai terlihat secara nyata, terutama pada aspek kesehatan dan perubahan perilaku siswa.

















