“Setelah beberapa bulan, berat dan tinggi badan meningkat, anemia menurun, dan anak-anak menjadi lebih disiplin, percaya diri, serta mandiri. Ini terlihat sederhana, tapi sangat mendasar,” jelas Mensos.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan keberlanjutan masa depan para siswa.
“Tidak boleh ada lulusan Sekolah Rakyat yang menganggur. Kita siapkan jalur kuliah maupun pekerjaan sesuai potensi mereka,” tegasnya.
Seiring perluasan program, pemerintah terus memperkuat dukungan infrastruktur dan tata Kelola, antara lain:
- Sebanyak 93 gedung sekolah dalam proses pembangunan
- Sekitar 69% ditargetkan rampung Juli 2026
- Pengembangan 108 modul pembelajaran lintas jenjang
- Penguatan kelembagaan dan ekosistem pemberdayaan keluarga
Mensos menegaskan bahwa Sekolah Rakyat hadir untuk menjangkau mereka yang selama ini luput dari sistem. Ia berharap Sekolah Rakyat menjadi tonggak penting dalam sejarah pembangunan sosial Indonesia.
“Kami ingin memastikan gagasan ini dikenang sebagai peristiwa sejarah, saat harapan tidak lagi menjadi masa lalu, tetapi disiapkan sebagai masa depan,” pungkas Mensos.
















