TERASJABAR.ID – Pemerintah bergerak cepat mengantisipasi fluktuasi harga jagung di tingkat peternak yang telah melebihi ketentuan Harga Acuan Penjualan (HAP) di Rp 5.800 per kilogram (kg).
Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan dipastikan mulai bergulir minggu ini.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan penugasan kepada Perum Bulog telah terbit.
Selain itu, verifikasi data penerima program SPHP jagung juga telah selesai dilaksanakan bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.
“Kami melaporkan bahwa seiring kenaikan harga jagung di tingkat peternak dan panen raya mungkin sebagian sudah selesai, Bapanas sudah menugaskan Bulog untuk penyaluran SPHP jagung dan tentunya minggu ini mudah-mudahan bisa segera tersalurkan,” ungkap Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono di rapat Kementerian Dalam Negeri.
Total alokasi penyaluran sebanyak 242 ribu ton dan dapat berlangsung hingga akhir 2026. Sebanyak lebih dari 5 ribu peternak yang terdiri dari skala mikro, kecil, dan menengah dengan total populasi 53 juta ekor unggas pada 26 provinsi menjadi target sasaran SPHP jagung pakan tahun ini.
Daftar peternak penerima tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3540/KPTS/HK.150/F/03/2026 tanggal 31 Maret 2026.
“Targetnya ada 242 ribu ton. Kemarin yang terdaftar ada di 26 provinsi. Tentu ini cukup besar dibanding tahun sebelumnya yang hanya 17 provinsi. Artinya provinsi lain yang selama ini mungkin belum terinformasikan atau belum mengajukan, di tahun 2026 ini sudah terakomodir dalam SK Kementerian Pertanian,” terang Maino.
















