TERASJABAR.ID – Upaya memperkuat penganekaragaman pangan terus didorong melalui intervensi yang nyata di tingkat lapangan.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat hilirisasi singkong di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melalui bantuan peralatan pengolahan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang berdampak langsung pada peningkatan kapasitas produksi, mutu dan daya saing produk pangan lokal.
Langkah ini terlihat dalam pengembangan sentra pengolahan singkong di Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, yang kini mulai bergerak dari pola produksi tradisional menuju sistem semi modern berbasis teknologi.
Bantuan peralatan yang diberikan mencakup mesin parut, pencuci, pengering, hingga sistem penirisan terintegrasi yang mendukung proses produksi tepung tapioka secara lebih higienis dan efisien.
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menyampaikan bahwa penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam strategi besar pembangunan pangan nasional.
Ia menekankan bahwa intervensi tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pembentukan ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Dengan adanya teknologi, ini mengubah produksi (pengolahan) yang sebelumnya sangat bergantung pada metode tradisional, seperti penjemuran di bawah sinar matahari, menjadi proses yang lebih terkontrol,” katanya.
“Dengan dukungan mesin pengering, kapasitas produksi dapat mencapai sekitar satu ton per jam atau setara hingga 12 ton per hari, dan tentunya dengan kualitas yang lebih seragam serta lebih efisien,” pungkas Andriko saat meninjau pengolahan tepung tapioka di Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.















