terasjabar.id
Senin, 9 Februari 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Senin, 9 Februari 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Sampah Kota Bandung Dinilai “Miss Manajemen”, DPRD Dorong Perubahan Sistemik

Tiah SM by Tiah SM
21 Des 2025 16:34
in Berita Utama, Wakil Rakyat
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sampah Kota Bandung Dinilai “Miss Manajemen”, DPRD Dorong Perubahan Sistemik

Anggota DPRD Kota Bandung, Aan Andi Purnama

RELATED POSTS

Negara Hadir di Kebun Binatang Bandung: Aset Daerah Diamankan, Satwa Diselamatkan

Dump Truck Pengangkut Pasir Terguling di Jalan Soekarno Hatta Bandung, Lalin Macet

Krisis Sampah Nasional, DPR Dorong Teknologi Waste to Energy

PKS Kota Bandung Rilis 8 Rekomendasi Strategis Hadapi Darurat Sampah

Pemkot Bandung Kaji Tiga Skema Masa Depan Kebun Binatang Bandung

TERASJABAR.ID – Persoalan sampah di Kota Bandung kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Kota Bandung, Aan Andi Purnama, menilai selama ini pengelolaan sampah di ibu kota Jawa Barat  masih berjalan dengan pola lama yang tidak berkelanjutan dan cenderung salah kelola.
Aan menyebut, Pemerintah Kota Bandung hingga kini masih mengandalkan sistem konvensional kumpul–angkut–buang dalam penanganan sampah.
 Skema tersebut, menurutnya, bukan hanya menguras anggaran, tetapi juga menciptakan ketergantungan berlebihan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Selama ini Kota Bandung mengalami miss manajemen dalam pengelolaan sampah. Sistem yang digunakan masih konvensional, sehingga membuat kota ini sangat bergantung pada TPA seperti Pasir Impun, Cicabe, Leuwigajah, hingga Sarimukti yang kini sudah over kapasitas,” ujar Aan, Minggu (21/12/2025).
Kondisi tersebut semakin terasa dampaknya ketika kebijakan pengurangan ritasi pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti diterapkan. Alih-alih menjadi solusi, kebijakan itu justru memicu penumpukan sampah di berbagai titik kota.
“Begitu ritasi ke Sarimukti dikurangi, langsung terlihat penumpukan sampah di mana-mana. Ini menunjukkan sistem kita belum siap dan tidak punya cadangan solusi,” katanya.
Aan juga menyoroti keterlambatan Pemkot Bandung dalam menerapkan pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan. Padahal, strategi pemilahan di sumber dan pengolahan di setiap TPS dinilainya sudah menjadi keharusan.
Ia mengungkapkan, kemampuan pengolahan sampah di TPS saat ini hanya sekitar 300 ton per hari, sementara timbulan sampah harian Kota Bandung mencapai sekitar 1.600 ton per hari.
“Ketimpangan ini sangat besar. Selama tidak ada lompatan kebijakan dan teknologi, persoalan sampah akan terus berulang,” tegasnya.
Terkait penggunaan incinerator, Aan menilai teknologi tersebut seharusnya hanya digunakan dalam kondisi darurat, bukan dijadikan solusi utama karena berpotensi menimbulkan dampak lingkungan.
“Incinerator itu sifatnya sementara, hanya untuk kondisi darurat sampah. Jangan dijadikan solusi permanen karena tetap memiliki risiko lingkungan,” ujarnya.
Sebagai jalan keluar, Aan mendorong Pemkot Bandung untuk segera membangun sistem pengolahan sampah skala kota dengan teknologi ramah lingkungan, seperti Refuse Derived Fuel (RDF) dan biodigester. Menurutnya, pengangkutan sampah ke TPA seharusnya hanya dilakukan untuk residu akhir hasil pengolahan.
Selain itu, ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung membangun Stasiun Peralihan Antara (SPA) sebagai infrastruktur penting untuk mengelola residu sampah dari seluruh TPS sebelum dibawa ke TPA.
Tak kalah penting, Aan menekankan pelibatan masyarakat sejak tahap awal pengolahan. “Pemilahan sampah di sumber harus dilakukan secara rutin dan masif di semua wilayah. Tanpa keterlibatan masyarakat, sistem sebaik apa pun tidak akan berjalan optimal,” pungkasnya.
Dengan perubahan pendekatan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan, Aan berharap persoalan sampah di Kota Bandung tidak lagi menjadi krisis yang berulang, melainkan dapat dikelola sebagai bagian dari solusi lingkungan jangka panjang.
ADVERTISEMENT
Tags: BandungMiss Manajemensampah
ShareTweetSend

Related Posts

Negara Hadir di Kebun Binatang Bandung: Aset Daerah Diamankan, Satwa Diselamatkan
Berita Utama

Negara Hadir di Kebun Binatang Bandung: Aset Daerah Diamankan, Satwa Diselamatkan

5 Feb 2026 10:24
Dump Truck Pengangkut Pasir Terguling di Jalan Soekarno Hatta Bandung, Lalin Macet
Berita Utama

Dump Truck Pengangkut Pasir Terguling di Jalan Soekarno Hatta Bandung, Lalin Macet

3 Feb 2026 09:55
Krisis Sampah Nasional, DPR Dorong Teknologi Waste to Energy
News

Krisis Sampah Nasional, DPR Dorong Teknologi Waste to Energy

21 Jan 2026 19:22
PKS Kota Bandung Rilis 8 Rekomendasi Strategis Hadapi Darurat Sampah
News

PKS Kota Bandung Rilis 8 Rekomendasi Strategis Hadapi Darurat Sampah

14 Jan 2026 14:58
Pemkot Bandung Kaji Tiga Skema Masa Depan Kebun Binatang Bandung
News

Pemkot Bandung Kaji Tiga Skema Masa Depan Kebun Binatang Bandung

12 Jan 2026 19:33
Hadapi Ancaman Krisis Sampah, Wali Kota Bandung Tekankan Peran Rumah Tangga
Berita Utama

Hadapi Ancaman Krisis Sampah, Wali Kota Bandung Tekankan Peran Rumah Tangga

12 Jan 2026 16:14
Next Post
Terpantau Jelang Nataru Si Jablay Merangkak Naik

Terpantau Jelang Nataru Si Jablay Merangkak Naik

Gerombolan Pemuda Kocar Kacir, Dua unit Motor Berhasil di Amankan Polisi

Gerombolan Pemuda Kocar Kacir, Dua unit Motor Berhasil di Amankan Polisi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tabrakan Beruntun di Al Jawami Cileunyi Makan Korban Jiwa, Kader Posyandu Akhirnya Meninggal

Tabrakan Beruntun di Al Jawami Cileunyi Makan Korban Jiwa, Kader Posyandu Akhirnya Meninggal

4 Feb 2026 13:36
Motornya Jatuh, Delia Tewas Tergilas Kontainer di Dayeuhkolot

Motornya Jatuh, Delia Tewas Tergilas Kontainer di Dayeuhkolot

3 Feb 2026 22:20
Waduh, Ada Macan Tutul Muncul di Pasar Maruyung Pacet, 2 Warga Jadi Korban

Waduh, Ada Macan Tutul Muncul di Pasar Maruyung Pacet, 2 Warga Jadi Korban

5 Feb 2026 11:59
Viral, Satpam Kadin Jabar Gajinya Belum Dibayar 8 Bulan

Viral, Satpam Kadin Jabar Gajinya Belum Dibayar 8 Bulan

5 Feb 2026 23:44
Muprov Ulang KADIN Jabar Jalan Tengah untuk Rekonsiliasi 

Muprov Ulang KADIN Jabar Jalan Tengah untuk Rekonsiliasi 

0
Ini Cara Membedakan Mual Saat Hamil dan Akibat Asam Lambung

Ini Cara Membedakan Mual Saat Hamil dan Akibat Asam Lambung

0
Pertarungan Puncak Emosi di Monte Carlo: Saat PSG On Fire, Monaco Perlu Keajaiban

Real Madrid Fokus Rekrut Pemain Kunci untuk Musim Depan

0
Barcelona Fokus Perkuat Lini Belakang, Martinez Jadi Opsi Utama

Barcelona Fokus Perkuat Lini Belakang, Martinez Jadi Opsi Utama

0
Ini Cara Membedakan Mual Saat Hamil dan Akibat Asam Lambung

Ini Cara Membedakan Mual Saat Hamil dan Akibat Asam Lambung

9 Feb 2026 06:03
Muprov Ulang KADIN Jabar Jalan Tengah untuk Rekonsiliasi 

Muprov Ulang KADIN Jabar Jalan Tengah untuk Rekonsiliasi 

9 Feb 2026 05:46
Pertarungan Puncak Emosi di Monte Carlo: Saat PSG On Fire, Monaco Perlu Keajaiban

Real Madrid Fokus Rekrut Pemain Kunci untuk Musim Depan

9 Feb 2026 01:54
Barcelona Fokus Perkuat Lini Belakang, Martinez Jadi Opsi Utama

Barcelona Fokus Perkuat Lini Belakang, Martinez Jadi Opsi Utama

9 Feb 2026 01:45
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.