TERASJABAR.ID – Harga minyak dunia mengalami penurunan, sementara pasar saham global justru menguat setelah Donald Trump menyebut adanya “kemajuan besar” menuju “kesepakatan akhir” dengan Iran.
Sentimen positif ini juga diperkuat oleh meningkatnya momentum perdagangan yang didorong oleh sektor kecerdasan buatan.
Presiden AS itu menyatakan akan menangguhkan sementara operasi “Project Freedom”, yaitu misi pengawalan kapal di Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur penting sekitar seperlima pasokan minyak dunia dan telah diblokade Iran sejak akhir Februari, sehingga memicu krisis energi global.
Trump menegaskan bahwa penangguhan tersebut hanya bersifat sementara untuk memberi ruang bagi tercapainya kesepakatan dengan Teheran, meski blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tetap diberlakukan.
Kabar ini langsung berdampak pada pasar energi. Harga minyak Brent yang sebelumnya sempat melonjak hingga 6% di awal pekan akibat eskalasi konflik Timur Tengah, turun sekitar 2% menjadi 107 dolar AS per barel.
Sebelumnya, harga bahkan sempat mencapai 126 dolar per barel, level tertinggi sejak 2022, setelah Trump menyebut blokade AS bisa berlangsung lama dan negosiasi damai masih menemui jalan buntu.
Di sisi lain, pasar keuangan global menunjukkan penguatan.
Indeks MSCI All-Country World naik 0,4% dan mencetak rekor baru, diikuti penguatan indeks saham negara berkembang serta indeks saham Asia Pasifik di luar Jepang yang melonjak 2,8%.
Bursa Korea Selatan menjadi salah satu yang paling menonjol dengan kenaikan indeks Kospi sebesar 6,6%, menembus level 7.000 untuk pertama kalinya.
Di Wall Street, indeks S&P 500 naik 0,8% dan Nasdaq Composite menguat 1%, keduanya juga mencatat rekor baru.
Analis pasar menilai kenaikan ini didorong optimisme terhadap potensi kesepakatan AS–Iran, meskipun sebagian pihak mengingatkan bahwa pergerakan pasar juga bisa dipengaruhi volume perdagangan yang rendah akibat periode liburan.
Investor juga terlihat terus mengalirkan dana ke saham-saham unggulan, terutama di sektor teknologi seperti Apple dan industri semikonduktor, yang masih menjadi penggerak utama pasar saham global.-***













