Advertisement

Sekolah Bakal Dibuka Kembali, Guru Khawatir Kondisi Belum Aman Hingga Usulkan Hal Ini

Sekolah Bakal Dibuka Kembali, Guru Khawatir Kondisi Belum Aman Hingga Usulkan Hal Ini
(Foto: Wowkeren.com)
Editor: Dea Pendidikan —Jumat, 15 Mei 2020 17:42 WIB

Terasjabar.id – Demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19), kegiatan belajar mengajar di sekolah sudah ditutup sejak Maret lalu. Sebagai gantinya, kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Namun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebelumnya sudah mengumumkan bahwa sekolah siap dibuka kembali. Rencananya, sekolah-sekolah akan mulai dibuka kembali bertepatan dengan awal tahun pelajaran baru, sekitar pertengahan Juli 2020 mendatang.

Kendati begitu, para guru menilai situasi di sejumlah daerah belum aman dari wabah corona saat sekolah dibuka kembali. Seorang guru asal SMA Negeri 3 Seluma, Bengkulu bernama Nihan khawatir jumlah pasien terjangkit Covid-19 akan bertambah akibat kembali ke sekolah.

Nihan pun mengusulkan agar sekolah menerapkan sistem pembagian sif belajar. Hal tersebut bisa digunakan untuk menerapkan social distancing, dengan membagi siswa kelas menjadi dua gelombang jadwal masuk. Namun Nihan juga mengatakan bahwa guru tak mungkin diminta mengajar dua kali, sehingga jam belajar siswa perlu dikurangi.

"Belum aman, karena semakin hari semakin bertambah. Berjatuhan korban ini. Jadi lucu nanti (kalau sekolah dibuka)," ujar Nihan dilansir dari CNNIndonesia.com pada Jumat (15/5). "Maksudnya jamnya dikurangi. Kalau selama ini kan satu pelajaran dua kali 45 menit. Tapi ini cukup 45 menit."

Di lain sisi, seorang guru SMKN 1 Palibelo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat bernama Eka meminta pemerintah bersikap tegas dalam menerapkan protokol kesehatan saat sekolah dibuka kembali. Eka juga menyarankan agar penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) lebih dimaksimalkan saat di lapangan.

"Syukur kalau kepala sekolah punya keinginan atau memberi kebijakan sesuai dengan instruksi. Tapi fakta di lapangan itu tidak terjadi," ungkap Eka. "Kalau dilaksanakan, harus ada betul-betul dinas terkait tegas. Tapi faktanya di lapangan kan tidak seperti itu."

Sementara itu, terkait rencana pembukaan sekolah pada Juli, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kemendikbud Muhammad Hamid menyatakan pihaknya masih membahas teknisnya. Namun Hamid menegaskan bahwa pembukaan sekolah pada Juli tak dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.

"Syarat dan prosedur pembukaan sekolah sedang disiapkan. Yang jelas protokol kesehatan bidang pendidikan menjadi acuan utama," jelas Hamid. "Pembukaan sekolah bulan Juli hanya bagi daerah yang sudah dinyatakan aman dari pandemi Covid-19."

(Wowkeren.com)

Sekolah Bakal Dibuka Kembali Guru Khawatir Kondisi Belum Aman Hingga Usulkan Hal Ini


Related Post


 


Loading...