Advertisement

Corona Tak Terkendali, Pesantren Tertua di Tasikmalaya Pulangkan Ribuan Santri

Corona Tak Terkendali, Pesantren Tertua di Tasikmalaya Pulangkan Ribuan Santri
SINDOnews/Jani Noor
Editor: Dea Hot News —Kamis, 26 Maret 2020 08:26 WIB

Terasjabar.idPondok Pesantren Tertua di Tasikmalaya, yakni Pesantren Riyadlul Ulum Waddawah Condong, Kelurahan Setianegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, memulangkan ribuan santrinya. Pemulangan para santri dilakukan, Rabu (25/3/2020) pukul 20.30 WIB, akibat wabah virus Corona atau COVID-19.

Dilansir dari Sindonews.com, ada sekitar 600 santri dipulangkan ke Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, menggunakan 12 bus. Sedangkan santri asal Priangan Timur menggunakan puluhan roda empat dan ke Indonesia Timur menggunakan pesawat.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Waddawah Condong, KH Asep Alam mengatakan, pemulangan ribuan santri merupakan keputusan berat. Setelah melakukan isolasi, tidak diperbolehkannya orang tua santri menjenguk, akhirnya jebol juga karena banyak diprotes orang tua.

"Pada awalnya kami coba mengisolasi untuk tidak berinteraksi dengan masyarakat luar, termasuk dengan orang tua. Rupanya begitu banyak tantangan, sangat sulit dilakukan," kata Kiai Asep, Rabu (25/3/2020).

Namun, pemulangkan ribuan santri juga merupakan keputusan tepat karena di Kota Tasikmalaya pun sudah dinyatakan Keadaan Luar Biasa (KLB) Corona setelah ada satu warga dinyatakan positif COVID-19. 

"Kami serba salah, karena kebijakan pemerintah untuk meliburkan lembaga pendidikan formal dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi, serta larangan berkerumun sangat sulit diterapkan. Di Pesantren masih beraktivitas seperti biasa meski dengan pengawasan ketat. Kerumunan itu yang tidak bisa dihindari karena ada ribuan santri," tuturnya.

Untuk itu, atas dasar pertimbangan tadi dan menjaga hal tidak diinginkan Pesantren memilih memulangkan santrinya setelah melakukan rapat beberapa kali. "Ini upaya meminimalisir Corona masuk ke Pesantren. Para santri kami ingatkan agar terus membaca Surat Yasin ayat ke-58 untuk menolak wabah. Doa ini wasiat pendiri pesantren KH Makmun almarhum," ucapnya.

Seorang santri asal Jakarta, Azis mengaku masih ingin tinggal di pesantren. Dia tidak mau pulang karena Corona lebih bahaya di Jakarta dibanding di Tasikmalaya.

"Kalau mau jujur, mending disini. Kalau di Jakarta nggak akan ada kegiatan. Disini biasa aktif pengajian. Tapi tak apa, orangtua juga malah menyuruh pulang agar bisa bersama," ujar Azis.

Jumlah penghuni Pondok Pesantren sekitar 3.000 orang dengan rincian 2.800 santri dan 200 ustadz yang sedang melakukan pengabdian. 

Corona Tak Terkendali Pesantren Tertua di Tasikmalaya Pulangkan Ribuan Santri Covid-19


Related Post



Loading...