Advertisement

Gus Muwafiq Bicara Soal Jenglot: dari Keaslian hingga Asal-usulnya

Gus Muwafiq Bicara Soal Jenglot: dari Keaslian hingga Asal-usulnya
Detik News
Editor: Malda Hot News —Kamis, 4 Maret 2021 13:20 WIB

Terasjabar.id -


Temuan sesosok jenglot di makam keramat Buyut Akasah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah ramai jadi perbincangan. Kiai muda kenamaan KH Ahmad Muwafiq menyebut jenglot yang ditemukan di Kudus itu belum tentu asli

"Ya saya tidak tahu jenglot yang ditemukan yang asli apa yang palsu, karena saat ini banyak beredar jenglot yang palsu," kata pria yang akrab disapa Gus Muwafiq ini kepada detikcom, Kamis (4/3/2021).

Pasalnya, menurut Gu Muwafiq, jika betul-betul asli maka jenglot itu bisa bergerak. Sedangkan temuan jenglot di Kudus tidak bergerak dan hanya berada di dalam kotak.

"Kalau yang asli itu memang benar-benar makhluk, dia hidup dan dia bergerak bukan malah diam dan diwadhahi (dikemas) kotak seperti itu," ujar kiai muda berambut gondrong tersebut.

"Jadi kalaujenglot itu bergerak, makanya kalau orang ketemu fenomena jenglot itu biasa saja, karena sekarang banyak yang jual," lanjut Gus Muwafiq.

Menyoal asal usul jenglot, Gus Muwafiq menjelaskan jika jenglot adalah makhluk yang muncul di akhir era kerajaan Majapahit. Menurutnya makhluk itu adalah manusia yang mendalami suatu ilmu.

"Ya dia makhluk, makhluk yang sudah pernah menjadi tren pada zamannya, gitu. Jadi tren jenglot di kisaran Majapahit, era jenglot itu di akhir Majapahit awal Demak setelah itu jarang ditemui," katanya.

"Dulunya, jadi dulu itu ada orang yang punya ilmu, semacam ilmu rawa rontek. Ketika dia mau melepas kehidupannya tidak bisa dan jadi mengecil," lanjut Gus Muwafiq.

Menurutnya, regenerasi jenglot muncul dari mengaitkan dan membuat publikasi-publikasi soal jenglot. Namun, kebanyakan jenglot yang terpublikasi bukan yang asli.

"Coba saja kalau ketemu jenglot dibedah, kalau yang asli bentuknya seperti manusia tapi memang mengecil, meski keriput dia mengecil tapi utuh. Bukan benda mati, seperti boneka itu, karena jenglot itu bergerak," ujarnya.

Terkait imbauan kepada masyarakat, Gus Muwafiq meminta agar masyarakat tidak menyikapi temuan jenglot sebagai sesuatu yang heboh. Pasalnya jenglot adalah bagian dari peradaban masa lalu dan saat ini banyak yang palsu.

"Masyarakat kalau menemukan jenglot seperti menemukan keris saja, artinya sisa-sisa peradaban masa lalu. Jadi kalau ketemu jenglot jangan terlalu heboh, karena kan bisa jadi itu bukan jenglot asli," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, temuan sesosok jenglot di makam keramat Buyut Akasah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menggegerkan publik. Meskipun sarat akan kisah mistis, pernah ada penelitian yang memeriksa DNA jenglot dan hasilnya cukup mengejutkan. Kini, jenglot berambut panjang dan bertaring itu disimpan oleh Yayasan Menara Kudus.

"Jenglot itu mistis, saya juga sini kurang aman. Kalau ditaruh di makam terus bisa-bisa dibongkar, makanya saya amankan di menara (Yayasan, Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus). Ini sudah aman. Pada Minggu (28/2) siang diserahkan ke menara," kata juru kunci punden Mbah Buyut Akasah, Mamik Junaidi atau Mbah Mamik saat ditemui di kediamannya Desa Burikan, Senin (1/3/2021).

Mbah Mamik menceritakan jenglot ditemukan kawasan Makam Buyut Akasah yang berada di Desa Burikan Kecamatan Kota. Jenglot sebelumnya ditemukan pada Sabtu (27/2) siang.

Menurutnya Buyut Akasah merupakan orang pertama yang tinggal di Desa Burikan. Mbah Akasah juga disebutnya sebagai keturunan dari Sunan Kudus.

"Mbah Akasah itu yang babat alas pertama kali dulu di sini (Desa Burikan). Putranya Sunan Kudus dan dimakamkan di Burikan," ucapnya.

penemuan jenglot di makam buyut Akasah Kudus, 28/2/2021Jenglot yang ditemukan di makam Buyut Akasah Kudus, (Foto: istimewa)

Mbah mamik menjelaskan jenglot ditemukan di sekitar makam Buyut Akasah dengan posisi terbaring di tanah. Sosok tersebut memiliki panjang sekitar 20 sentimeter, berambut panjang, memiliki dua taring, tubuhnya berwarna coklat, dan diduga berjenis kelamin laki-laki.

"Luar sini (luar pendapa makam buyut Akasah) itu posisi jenglot di sana (di sekitaran). Posisi melumah (terbaring) jenglotnya. Panjangnya di antara 15 sentimeter sampai 20 sentimeter," jelasnya.

Mbah Mamik melanjutkan sebelum diserahkan kepada Yayasan Menara Kudus, jenglot itu dibungkus kain kafan. Tak hanya itu, Mbah Mamik juga mendoakan sosok jenglot itu.

(sip/mbr/Detik.com)

Viral Jenglot Jawa Tengah


Loading...