Advertisement

Keluarga Korban Kecelakaan di Cipali Panik, Nama Orangtuanya Tak Ada, Belum Tahu Jadi Korban Tewas

Keluarga Korban Kecelakaan di Cipali Panik, Nama Orangtuanya Tak Ada, Belum Tahu Jadi Korban Tewas
Tribunjabar.id
Editor: Malda Hot News —Senin, 10 Agustus 2020 14:51 WIB

Terasjabar.id - Wanita berkerudung merah muda tampak panik di depan IGD RS Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon, Senin (10/8/2020).

Ia terlihat terburu-buru memasuki IGD kemudian keluar kembali secara tergesa-gesa.

Wanita itu tampak menghampiri pria berjaket abu-abu yang berdiri di depan IGD RS Mitra Plumbon.

"Pak, namae langka, dadi kepriwe? (Pak, namanya tidak ada, jadi bagaimana?)," kata wanita tersebut dengan dialek ngapak khas Tegal.

Ya, wanita itu merupakan keluarga korban kecelakaan maut di KM 184 Tol Cikampek - Palimanan (Cipali) pada Senin (10/8/2020) dinihari kira-kira pukul 03.30 WIB.

Sementara pria yang diajak berbicara merupakan suaminya, Sobirin (32).

Mereka datang ke RS Mitra Plumbon dari Desa Bersoleh, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Cirebon.

"Tadi pagi dapat kabar mertua saya kecelakaan pas mau pulang ke Tegal, namanya Rapiah (55), sekeluarga langsung berangkat naik travel ke sini," kata Sobirin saat ditemui di depan IGD RS Mitra Plumbon, Senin (10/8/2020) siang.

Saat itu, istrinya masih bertanya kepada petugas sekuriti mengenai keberadaan Rapiah.

"Bapak dan ibu, tenang dulu, kalau namanya enggak ada berarti ada di RSUD Arjawinangun, karena para korban dievakuasi ke dua rumah sakit," ujar petugas sekuriti kepada Sobirin dan keluarganya.

Setelah diberi penjelasan tersebut, Sobirin dan keluarganya pun tampak bergegas menuju RSUD Arjawinangun.

Sobirin menyampaikan, Rapiah sendiri merupakan penjual pecel keliling di DKI Jakarta.

Menurut dia, mertuanya hendak pulang kampung untuk mengurus kartu ATM yang terblokir.

"Biasanya kalau pulang sama mertua laki-laki saya, tapi kali ini sendirian naik travel dari Pulogebang pada Minggu (9/8/2020) malam pukul 23.00 WIB," kata Sobirin.

Ia mengakui belum mengetahui keadaan mertuanya karena kabar yang diterimanya hanya menyampaikan kendaraan yang dinaiki Rapiah terlibat kecelakaan.

Selain itu, Rapiah biasanya pulang kampung hanya sehari kemudian berangkat lagi ke Ibu Kota.

"Sekarang juga rencananya sehari saja di kampung, makanya pulang sendirian," ujar Sobirin.

Sementara dari data kepolisian, Rapiah merupakan seorang dari delapan orang yang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Para korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut dievakuasi ke RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

"Lima belas korban luka-luka dievakuasi ke RS Mitra Plumbon, dan delapan korban meninggal dunia dievakuasi ke RSUD Arjawinangun," kata Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi.

(tribunjabar.id)

Cipali Kecelakaan Micro Bus Senin Sukabumi


Related Post



Loading...