Advertisement

Ada 6 Provinsi di Indonesia Belum Bisa Terapkan New Normal, Diminta Tak Buru - Buru

Ada 6 Provinsi di Indonesia Belum Bisa Terapkan New Normal, Diminta Tak Buru - Buru
Ilustrasi (padek.co : Google)
Editor: Epenz Hot News —Selasa, 30 Juni 2020 11:35 WIB

Terasjabar.id - Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko Wahyono mengingatkan agar sejumlah provinsi ini tak buru-buru membuka new normal atau kenormalan baru, lantaran masih tingginya angka penyebaran virus corona (Covid-19).

Ada enam provinsi di Indonesia, di antaranya DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

"Kalau melihat positivity rate-nya, maka harusnya sih tidak dibuka ya new normal-nya, apalagi Jawa Timur. Dua-duanya provinsi tinggi, masuk lima provinsi tinggi di Indonesia Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Kalsel, Jawa Barat," kata Miko saat dihubungi Okezone, Selasa (30/6/2020).

Miko menilai, provinsi-provinsi tersebut boleh saja membuka new normal kendati angka penyebaran Covid-19 yang masih tinggi. Namun, kata dia, penerapan protokol kesehatan harus diperketat dengan menambah face shield.

"Kalau seandainya dibuka new normal di provinsi yang tinggi, itu protapnya bukan sekadar pakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun. Kemudian harusnya protapnya lebih berat lagi, jadi harus pakai face shield pada pengelola dan pengunjung kalau mau mengurangi penularan," jelasnya.

Ia pun mengingatkan bahwa new normal di wilayah yang masih tinggi kasus penyebaran corona akan berdampak dengan ledakan kasus penyebaran Covid-19. Ledakan itu, sambung dia, bukan karena gelombang kedua pandemi.

"Gelombang pertamanya saja belum selesai, gimana gelombang kedua. Kalau di negara lain itu sampai selesai, sampai nol. Jadi kalau sampai minimal, kemudian dia menetap, mau nol, 10, 20, kalau menetap, kemudian naik lagi, itu gelombang kedua," tutur dia.

Miko menegaskan, positivity rate atau rasio kasus baru di Indonesia masih tinggi. Sehingga, wabah corona di Tanah Air belum berakhir. "Ini belum minimal. Jadi wabahnya belum selesai. Kasus seminggunya masih banyak, apa mau dibuka. Jadi wabah ini belum selesai, belum minimal," tandasnya.

Disadur dari Okezone.com 

Pandemi Virus Corona FKM UI Provinsi di Indonesia


Related Post



Loading...