Oleh : Dwi Mukti Wibowo, S.H, M.H
Judulnya simpel namun sarat makna. Menarik, karena menampilkan metafora tentang kondisi kekinian, sekaligus harapannya. Lansia memang membutuhkan perhatian, kasih sayang serta hadirnya kehangatan dari orang-orang yang dicintainya atau yang pernah dinaunginya. Agar hari-hari mereka di usia senja tetap hangat, bermakna dan penuh semangat. Ibarat lembayung senja yang warna jingganya mulai terselimuti kabut petang, mereka tetap membutuhkan cahaya. Cahaya yang mampu menerangi gelap malam, maupun memendarkan harapan serta kehangatan bagi lansia yang mulai kesepian dalam kesendiriannya.
Menjadi lansia itu adalah anugerah. Sebuah kepastian, namun tidak semua orang mampu melewati usia keberuntungan ini. Keberadaan lansia adalah sebuah bukti keberhasilan sebuah perjuangan. Kerutan di wajahnya, cucuran keringat yang menetes, lelehan air mata yang menggenang dan letih fisik yang tak terperikan adalah refleksi dari buah perjuangan itu. Yang tak kenal lelah dan tak gamang menaklukkan dinamika zaman yang kompleks, penuh aral dan tantangan. Semata-mata hanya untuk menyiapkan arena kehidupan berikutnya bagi generasi generasi yang disiapkannya. Di masanya itu, lansia telah menyemai benih-benih kebaikan yang ditabur sepanjang hidupnya. Agar setelahnya nanti, lansia bisa hidup tenang dan penuh rasa syukur menikmati hasil jerih payahnya. Yaitu sebuah paparan tentang road map kehidupan generasi mendatang, yang telah disiapkan.
Atas prestasi dan kontribusinya itu, dimasa senjanya nanti lansia bisa menikmati hasil karya nyatanya. Hasil dari mengukir di masa silamnya itu menjadi masa depan yang telah ia persiapkan bahkan perhitungkan sebelumnya. Yaitu sebuah rekam jejak yang kelak menjadi legacy bagi anak cucunya. Momentum hasil cipta, rasa dan karsa yang telah mereka ukir selama ini, diharapkan menjadi landasan berpijak bagi generasi berikutnya, sekaligus menjadi kompas dalam mengarungi peradaban jaman yang multi kompleks.
Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain : Memberikan kesempatan kepada lansia untuk tetap aktif berkontribusi dalam segala aktifitas. Ini akan membuat mereka merasa dihargai dan memiliki tujuan hidup di hari tua yang lebih bermakna. Menjaga kualitas hidup lansia dengan mengisi waktu luangnya untuk hal-hal yang bermakna, dapat mencegah rasa bosan dan useless. Hal ini membuat lansia meraa tetap mandiri dan berdaya. Sehingga tidak merasa terpinggirkan atau kesepian.
Mendengarkan cerita mereka adalah obat paling mujarab untuk mengobati rasa kesepian. Kita perlu meluangkan waktu yang berkualitas untuk hadir dan berkomunikasi secara emosional agar lansia merasa dihargai dan di dengar suaranya. Sehingga mereka dapat merajut masa kesendirian itu menjadi masa-masa yang indah yang membuat mereka merasa happy ketika mengenang masa lalu dan masa kejayaannya.
Selanjutnya, mengajak lansia untuk pemeriksaan kesehatan mereka. Baginya, yang utama dibutuhkan adalah kedamaian dan badan sehat, serta jiwa yang kuat. Hati yang bahagia dan ketenangan batin pasti akan tercipta bersamaan dengan kesehatan jiwa dan raganya.
Hal hal yang dilakukan ini merupakan sesuatu yang menjadi asa bagi lansia ketika menghadapi persoalan di “masa tuanya”. Langkah tersebut diharapkan dapat menumbuhkan harapan hidup karena masih memiliki tujuan hidup yang belum tertuntaskan. Harapan lainnya yang sangat dibutuhkan adalah rasa disayangi. Rasa disayangi ini menjadi relevan dengan kondisi eksisting lansia yang kembali seperti “anak kecil”.
Menyayangi lansia bukan hanya tentang merawat, tetapi juga mendengarkan, menghargai dan memastikan mereka dapat menikmati hari-harinya dengan rasa aman dan bahagia. Sekaligus dapat memberikan kesempatan pada lansia untuk aktif di setiap kegiatan dilingkungan keluarga maupun lingkungan sosialnya. Pada akhirnya kita akan menggantikan lansia menjadi pelita berikutnya.
Kita harus bisa hadir sebagai cahaya bagi lansia di masa senja-nya. Sebagai cahaya, kita juga harus bisa menjamin terjaganya kondisi fisik dan psikis ketika lansia memasuki masa senjanya yang seringkali membawa perubahan drastis dalam dalam kehidupan sosial, dan utamanya masalah finansial.
Di penghujung senja yang cahayanya makin meredup, biarlah generasi penerus lansia diberikan kesempatan hadir sebagai pelita baru yang diharapkan mampu memancarkan kedamaian dan kebahagiaan. Barangkali tidak perlu kemewahan dalam gemerlap duniawi. Cukup kedamaian dan keikhlasan yang memancarkan kehangatan dan keperdulian yang membuatnya berdaya dan bermartabat saat mereka menikmati masa tuanya dengan rasa suka cita dan penuh kedamaian.
Akhir kata, hidup lansia selama ini adalah inspirasi dan jalan penerang bagi generasi berikutnya. Kini di usia senja nya, biarkan mereka menggantikan untuk menyalakan asa dan cahaya nya sebagai darma bakti dan balasan budi. Terima kasih kepada para lansia senior, karena pengalaman hidupmu selalu menumbuhkan harapan dan impian. Serta senantiasa menumbuhkan lentera lentera baru yang mampu melewati gelapnya tantangan peradaban. Kini tiba saatnya, sebagai generasi penerusmu, akan kuteruskan lentera-mu. Yang nyalanya menyejukan jiwa. Tak lekang oleh arus zaman. Dan tak pudar oleh gesekan waktu. Semoga.
Ketua Layanan Bantuan Hukum Persatuan Pensiunan Indonesia (LBH PPI) – Provinsi Jawa Barat













