TERASJABAR.ID -.Menghadapi potensi kemarau panjang Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai meningkatkan kewaspadaan untuk memastikan ketersediaan air bersih tetap terjaga bagi masyarakat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, kondisi sumber air baku Bandung masih bergantung pada berbagai sumber. Sumber tersebut berasal dari pemerintah provinsi maupun kerja sama lainnya.
“Sumber air baku kita betul-betul sangat tergantung kepada berbagai macam sumber,” ujarnya di Balai Kota Bandung, (14/05/ 2026).
Menurut Farhan, salah satu risiko utama saat kemarau adalah berkurangnya debit air. Hal ini berdampak pada distribusi air melalui jaringan PDAM.
“Risikonya adalah pipa-pipa PDAM di beberapa titik akan mengalami kekeringan,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bandung telah menyiapkan armada tangki air bersih. Tangki ini akan didistribusikan ke wilayah yang mengalami kekurangan air.
“Kesiapan tangki pengangkut air bersih akan segera kita aktifkan lagi,” ujarnya.
Farhan memastikan, kesiapan logistik menjadi prioritas utama. Seluruh perangkat daerah telah diminta untuk bersiap menghadapi kondisi tersebut.
Selain itu, koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan. Pemerintah berupaya menjaga stabilitas pasokan air selama musim kemarau.
Pemkot Bandung juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci dalam menghadapi potensi krisis. Menurutnya, kesiapan sejak awal menjadi hal penting.
“Yang penting kita siap dari sekarang,” ungkapnya.















