TERASJABAR.ID – Pemerintah Indonesia menyalurkan paket daging dam (hadyu) jamaah haji kepada rakyat Palestina sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang masih menghadapi krisis kemanusiaan.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang diterima langsung oleh perwakilan Palestina, Ehab Medhat Al-Kishawi, bersama jajaran Konsulat Palestina. Hadir pula sejumlah pejabat Kementerian Haji dan Umrah RI serta Staf Teknis Urusan Haji di Jeddah, saat mengunjungi kantor Perwakilan Negara Palestina di Jeddah, Arab Saudi, Rabu (3/6/2026).
Update data Kementerian Haji dan Umrah RI hingga 2 Juni 2026, jumlah jamaah yang tercatat dalam rekapitulasi pembayaran dam mencapai 195.326 orang. Dari total tersebut, sebanyak 135.367 jamaah membayar dam melalui program Adahi, 53.506 jamaah membayar dam di Tanah Air, dan 6.453 jamaah melaksanakan dam dengan berpuasa. Adapun jumlah jamaah haji ifrad tercatat sebanyak 4.084 orang
Dahnil menjelaskan, penyaluran daging dam kepada rakyat Palestina merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, agar manfaat sosial dari pelaksanaan ibadah haji Indonesia dapat dirasakan masyarakat Palestina yang masih menghadapi krisis kemanusiaan.
“Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian yang besar terhadap perjuangan dan kondisi kemanusiaan rakyat Palestina. Beliau mengamanatkan agar manfaat dam jamaah haji Indonesia dapat diperluas untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Dahnil, yang dilansir Hajinews, Rabu (3/6/2026).
Menurut Dahnil, ibadah haji tidak hanya memiliki dimensi ritual yang menghubungkan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga mengandung dimensi sosial yang menghadirkan manfaat bagi sesama.
“Haji mengajarkan ketakwaan, pengorbanan, sekaligus kepedulian. Karena itu kami ingin memastikan dam jamaah Indonesia tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga memberikan kemanfaatan yang nyata bagi mereka yang membutuhkan,” ucapnya.
Ia menegaskan, Kementerian Haji dan Umrah RI terus mendorong tata kelola dam yang lebih tertib, transparan, dan terdata. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi penyelenggaraan haji agar pelaksanaan dam tidak hanya memenuhi ketentuan fikih, tetapi juga dipastikan manfaatnya sampai kepada para penerima yang berhak.
Menurut dia, pengelolaan dam melalui program Adahi menjadi instrumen penting untuk memastikan proses penyembelihan, distribusi, hingga pelaporan berjalan profesional sesuai standar Pemerintah Arab Saudi.
Dahnil menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan dam jamaah haji Indonesia.
Khususnya kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan pengelola program Adahi yang memfasilitasi pengelolaan dan distribusi dam secara profesional.
Kerja sama yang baik ini memungkinkan manfaat dam jamaah Indonesia dapat dirasakan secara lebih luas, termasuk oleh saudara-saudara kita di Palestina,” katanya.
Sementara itu, Ehab Medhat Al-Kishawi menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Indonesia, Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Haji dan Umrah RI, Pemerintah Arab Saudi, serta seluruh jamaah haji Indonesia atas kepedulian yang diberikan kepada rakyat Palestina.
“Kami menerima bantuan ini bukan hanya sebagai dukungan material, tetapi juga sebagai simbol persaudaraan yang tulus dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina. Di tengah berbagai tantangan yang kami hadapi, dukungan seperti ini memiliki makna yang sangat besar bagi masyarakat Palestina,” jelasnya.
Ia juga menitipkan salam hormat dan rasa terima kasih dari rakyat Palestina kepada seluruh rakyat Indonesia yang selama ini konsisten menunjukkan solidaritas dan dukungan terhadap perjuangan serta kondisi kemanusiaan di Palestina.(*)
















