terasjabar.id
Minggu, 15 Februari 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Minggu, 15 Februari 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

MORAL FATIGUE

Herman by Herman
25 Des 2025 17:36
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
MORAL FATIGUE

(Kelelahan Moral di Ruang Publik Kita)

Oleh : Subchan Daragana / Magister Kominikasi Universitas Bakrie

Jika ruang publik terus dipenuhi hal remeh, jangan heran bila bangsa ini kehabisan tenaga untuk memikirkan hal yang penting.

Dalam beberapa hari terakhir, ruang publik kita kembali dipenuhi hiruk pikuk isu personal figur publik, gosip, dugaan relasi asmara, skandal, dan intrik. Percakapan mengalir deras di media sosial, kolom komentar penuh emosi, sementara di saat yang sama banjir bandang, kerusakan lingkungan, dan problem struktural bangsa perlahan tenggelam dari perhatian. Seolah tragedi demi tragedi tak lagi cukup “menarik” untuk dibicarakan.

Fenomena ini bukan sekadar soal selera konten. Ia mencerminkan apa yang dalam kajian sosial disebut “moral fatigue” kelelahan moral kolektif. Masyarakat menjadi letih untuk peduli pada isu serius, letih untuk marah pada ketidakadilan struktural, dan akhirnya memilih hiburan ringan yang tak menuntut empati mendalam. Bukan karena masyarakat sepenuhnya salah, tetapi karena perhatian publik terus-menerus diarahkan ke hal yang remeh namun sensasional.

ADVERTISEMENT

Dalam teori agenda setting, media tidak selalu mengatakan kepada publik apa yang harus dipikirkan, tetapi sangat efektif menentukan apa yang layak dipikirkan. Ketika layar kita dipenuhi skandal personal, konflik dangkal, dan sensasi emosional, maka di situlah energi kognitif publik dihabiskan. Akibatnya, isu besar kerusakan hutan, kemiskinan, bencana, tata kelola negara menjadi latar belakang yang sunyi.

Di titik ini, kita menyaksikan distraksi kolektif di ruang publik. Bukan kebodohan massal, melainkan pengalihan perhatian yang sistemik. Konten ringan lebih cepat viral, lebih mudah dikomentari, dan lebih menguntungkan secara algoritmik. Sementara isu berat membutuhkan kesabaran berpikir, empati, dan keberanian , moral, sesuatu yang justru sedang melemah.
Kelelahan moral juga tampak dari normalisasi berbagai penyimpangan. Korupsi, kekerasan, perselingkuhan, bahkan kematian, sering kali hanya menjadi “berita lalu”. Ada simpati sesaat, lalu lenyap ditelan konten berikutnya. Dalam sosiologi media, ini dikenal sebagai “compassion fatigue “, kejenuhan empati akibat paparan berulang terhadap tragedi tanpa ruang refleksi yang memadai.

Dari perspektif agama, situasi ini patut menjadi bahan muhasabah. Al-Qur’an mengingatkan, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia” (QS. Ar-Rum: 41). Kerusakan itu bukan hanya ekologis, tetapi juga moral dan kesadaran. Ketika nurani dibiarkan lelah, maka yang tersisa hanyalah reaksi sesaat tanpa arah nilai.

RELATED POSTS

Bandung, City of Memories

THE MIRRORING ATTITUDE (Cermin Langit)

HILANGNYA KEMANUSIAN KITA

MEDIA SOSIAL (Alat Kemajuan atau Mesin Perusak)

Budaya Instan, Mental Rapuh, dan Dromologi Emosi

Rasulullah ﷺ pun mengingatkan tentang akhir zaman, ketika kebenaran terasa berat dan kebatilan tampak biasa. Dalam konteks hari ini, bukan berarti masyarakat kehilangan iman, tetapi iman itu kelelahan karena jarang diberi ruang untuk tumbuh. Rumah, sekolah, media, dan ruang publik tak lagi cukup menjadi madrasah nilai.

Pertanyaannya, apakah ini skenario besar atau sekadar kelalaian kolektif?, Jawabannya bisa keduanya. Ada logika ekonomi media, ada algoritma global, tetapi juga ada tanggung jawab personal dan sosial. Pemerintah, media, tokoh publik, dan masyarakat sipil memikul peran yang sama pentingnya, yaitu mengembalikan orientasi ruang publik pada hal yang bermakna.

Page 1 of 2
12Next
Tags: MoralSubchan Daragana
ShareTweetSend

Related Posts

Bandung, City of Memories
Berita Utama

Bandung, City of Memories

2 Jan 2026 03:20
THE MIRRORING ATTITUDE (Cermin Langit)
Opini

THE MIRRORING ATTITUDE (Cermin Langit)

19 Des 2025 07:52
HILANGNYA KEMANUSIAN KITA
Berita Utama

HILANGNYA KEMANUSIAN KITA

13 Des 2025 13:34
MEDIA SOSIAL (Alat Kemajuan atau Mesin Perusak)
Berita Utama

MEDIA SOSIAL (Alat Kemajuan atau Mesin Perusak)

28 Nov 2025 10:33
Budaya Instan, Mental Rapuh, dan Dromologi Emosi
Berita Utama

Budaya Instan, Mental Rapuh, dan Dromologi Emosi

20 Nov 2025 13:45
Asiyah” Pun Menangis di Era Digital
Berita Utama

Asiyah” Pun Menangis di Era Digital

14 Nov 2025 10:57
Next Post
Fase Transisi Pasca Bencana Banjir Bandang, Menteri Kebudayaan Kunjungi Situs Cagar Budaya Ombilin

Fase Transisi Pasca Bencana Banjir Bandang, Menteri Kebudayaan Kunjungi Situs Cagar Budaya Ombilin

Ingin Awet Muda? Ini Kandungan Antioksidan Daun Jambu Biji untuk Cegah Kerutan

Ingin Awet Muda? Ini Kandungan Antioksidan Daun Jambu Biji untuk Cegah Kerutan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Makna Ketidakhadiran Presiden di HPN

Makna Ketidakhadiran Presiden di HPN

9 Feb 2026 11:41
Mayat di Kampung Gajah Adalah Zain, Pelajar SMPN 26 Bandung yang Hilang Lima Hari Lalu

Mayat di Kampung Gajah Adalah Zain, Pelajar SMPN 26 Bandung yang Hilang Lima Hari Lalu

14 Feb 2026 18:57
Langit Masih Menjaga Yuddy Renaldi

Langit Masih Menjaga Yuddy Renaldi

15 Feb 2026 15:10
Mirip Beach Club Bali, On The Rock Drini, Resto Tebing Karst Baru di Gunungkidul

Mirip Beach Club Bali, On The Rock Drini, Resto Tebing Karst Baru di Gunungkidul

10 Feb 2026 13:51
Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, Presiden Resmikan 1.179 SPPG Polri dan 18 Gudang Ketahanan

Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, Presiden Resmikan 1.179 SPPG Polri dan 18 Gudang Ketahanan

0
Kemenperin Perkuat Daya Tahan Industri Perhiasan di Tengah Kenaikan Harga Emas Dunia

Kemenperin Perkuat Daya Tahan Industri Perhiasan di Tengah Kenaikan Harga Emas Dunia

0
Mentan Ajak HIPMI Percepat Hilirisasi Sektor Pertanian, Ini Tujuannya

Mentan Ajak HIPMI Percepat Hilirisasi Sektor Pertanian, Ini Tujuannya

0
Kementan Dorong Penyediaan Jagung Pangan untuk Industri

Kementan Dorong Penyediaan Jagung Pangan untuk Industri

0
Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, Presiden Resmikan 1.179 SPPG Polri dan 18 Gudang Ketahanan

Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, Presiden Resmikan 1.179 SPPG Polri dan 18 Gudang Ketahanan

15 Feb 2026 18:06
Kemenperin Perkuat Daya Tahan Industri Perhiasan di Tengah Kenaikan Harga Emas Dunia

Kemenperin Perkuat Daya Tahan Industri Perhiasan di Tengah Kenaikan Harga Emas Dunia

15 Feb 2026 17:51
Mentan Ajak HIPMI Percepat Hilirisasi Sektor Pertanian, Ini Tujuannya

Mentan Ajak HIPMI Percepat Hilirisasi Sektor Pertanian, Ini Tujuannya

15 Feb 2026 17:33
Kementan Dorong Penyediaan Jagung Pangan untuk Industri

Kementan Dorong Penyediaan Jagung Pangan untuk Industri

15 Feb 2026 17:18
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.