TERASJABAR.ID – Peran laboratorium kesehatan menjadi kunci dalam penegakan diagnosis yang akurat, sekaligus fondasi penting dalam transformasi sistem kesehatan nasional.
Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono saat membuka Seminar Nasional Ikatan Laboratorium Kesehatan Indonesia (ILKI) 2026.
Sebagai seorang klinisi, Wamenkes menyoroti bahwa hasil pemeriksaan laboratorium selalu menjadi hal yang paling ditunggu oleh pasien.
“Sebagai klinisi, ada satu pertanyaan yang selalu disampaikan kepada saya setiap kali selesai memeriksa pasien, yaitu ‘hasil labnya seperti apa, Prof?’. Di situlah kepastian berada, di situlah diagnosis ditegakkan dan keputusan dapat diambil,” ujarnya.
Wamenkes menekankan bahwa perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), membawa perubahan besar dalam dunia laboratorium kesehatan.
“AI bukanlah ancaman, melainkan akselerator. AI menggeser paradigma layanan dari kuratif menjadi prediktif dan preventif. Namun, nurani dan tanggung jawab profesional tetap tidak tergantikan oleh teknologi apa pun,” tegasnya.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Wamenkes juga mengingatkan adanya tantangan nyata, seperti kenaikan biaya reagen dan ketergantungan pada alat impor. Oleh karena itu, kepemimpinan di sektor laboratorium dituntut untuk adaptif dan visioner.
“Pemimpin laboratorium masa kini harus AI-aware dan mampu menyusun peta jalan digitalisasi, tanpa mengorbankan mutu, serta tetap berlandaskan akreditasi dan standarisasi,” tambahnya.















