TERASJABAR.ID – Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menegaskan bahwa dirinya tetap berkomitmen menjaga kerja sama dengan Donald Trump, meskipun hubungan keduanya sempat memanas akibat perbedaan pandangan terkait konflik di Iran.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi publik ARD, Merz menyatakan tidak akan berhenti memperjuangkan hubungan transatlantik.
Ia juga menekankan pentingnya tetap bekerja sama dengan Trump, terlepas dari adanya perbedaan sikap.
Merz berupaya meredam isu ketegangan, termasuk terkait keputusan Amerika Serikat menarik sekitar 5.000 tentaranya dari pangkalan di Jerman.
Menurutnya, langkah tersebut bukan hal baru dan tidak perlu dikaitkan dengan konflik politik yang terjadi.
Perselisihan antara kedua pemimpin dipicu oleh kritik Merz terhadap perang yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran.
Pada akhir April, ia menyebut Teheran berhasil “mempermalukan” Washington dalam perundingan, yang kemudian memicu respons keras dari pihak AS.
Trump bahkan menilai Merz tidak menjalankan tugasnya dengan baik sebagai kanselir.
Meski demikian, Merz menegaskan bahwa kebijakan militer AS, termasuk soal penarikan pasukan, tidak berkaitan langsung dengan perbedaan pendapat tersebut.
Ia juga mengindikasikan bahwa rencana penempatan rudal jelajah Tomahawk AS di Jerman untuk sementara dibatalkan, dengan alasan keterbatasan persenjataan akibat konflik di Iran dan Ukraina.
Walau memiliki pandangan berbeda soal perang, Merz tetap meyakini bahwa Amerika Serikat merupakan mitra strategis utama Jerman dalam aliansi NATO dan kerja sama keamanan global.-***















