TERASJABAR.ID – Donald Trump meragukan peluang tercapainya terobosan diplomatik dengan Iran, dengan alasan Teheran dinilai belum “membayar harga yang cukup” atas tindakannya di masa lalu.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran pada Minggu menyatakan telah menerima tanggapan dari Amerika Serikat atas proposal perdamaian 14 poin yang diajukan sebelumnya melalui mediator Pakistan.
Proposal itu kini sedang dipelajari oleh pihak Teheran.
Trump sendiri mengisyaratkan skeptisisme terhadap kemungkinan penerimaan proposal tersebut dan membuka peluang berakhirnya gencatan senjata yang telah berlangsung sekitar empat pekan.
Dalam pernyataannya, Trump menilai sulit membayangkan kesepakatan dapat diterima, sembari menegaskan bahwa konflik bisa kembali memanas jika Iran melakukan tindakan yang dianggap provokatif.
Spekulasi pun meningkat terkait kemungkinan serangan militer AS berikutnya guna menekan Iran, termasuk tuntutan penghentian program nuklirnya.
Laporan media Israel menyebutkan bahwa pihak militer negara itu bersiap menghadapi potensi eskalasi, termasuk kemungkinan balasan dari Teheran terhadap Israel.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa proposal yang diajukan berfokus pada penghentian konflik dan tidak mencakup negosiasi nuklir pada tahap ini.
Ketegangan juga berdampak pada kawasan strategis seperti Selat Hormuz, jalur vital bagi perdagangan energi global.
Blokade yang diberlakukan kedua pihak memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dunia dan lonjakan harga energi.
Di tengah ancaman militer, Trump juga menghadapi tekanan politik domestik menjelang pemilu Kongres, sementara dinamika global terus berkembang dengan cepat.-***
















