TERASJABAR.ID – Kolang-kaling merupakan makanan kenyal berbentuk lonjong dengan warna putih bening yang berasal dari biji buah aren muda atau Arenga pinnata.
Setelah direbus dan direndam untuk menghilangkan getahnya, kolang-kaling biasanya diolah menjadi campuran es buah, kolak, maupun manisan, terutama saat bulan Ramadan.
Dalam setiap 100 gram kolang-kaling terdapat sekitar 27 kalori, sehingga termasuk makanan rendah kalori yang cocok untuk pola makan sehat.
Selain rendah energi, kolang-kaling juga mengandung berbagai nutrisi seperti karbohidrat, protein, serat, kalsium, fosfor, zat besi, serta vitamin A, B, dan C.
Kandungan airnya yang mencapai sekitar 94 persen membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Kolang-kaling memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Kandungan seratnya dapat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.
Kalsium di dalamnya juga berperan dalam menjaga kekuatan tulang dan membantu menurunkan risiko osteoporosis, terutama pada lansia dan perempuan menopause.
Selain itu, kandungan galaktomanan dan glukomanan dipercaya membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sehingga baik dikonsumsi dalam jumlah wajar oleh penderita diabetes.
Senyawa aktif di dalam kolang-kaling juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung dengan membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat.
Kolang-kaling mengandung antioksidan seperti flavonoid dan polifenol yang bermanfaat menjaga kesehatan kulit dan membantu mencegah penuaan dini.
Beberapa penelitian juga menunjukkan ekstrak kolang-kaling memiliki potensi antiinflamasi dan pereda nyeri sendi.
Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi kolang-kaling secara berlebihan tetap perlu dihindari.
Terlalu banyak mengonsumsi makanan ini dapat memicu gangguan pencernaan seperti kembung atau diare.
Risiko peningkatan gula darah juga dapat terjadi bila kolang-kaling diolah dengan tambahan gula berlebih seperti dalam bentuk manisan atau kolak.-***















