terasjabar.id
Rabu, 29 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Rabu, 29 April 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result

Kenapa Pemimpin Iran Begitu Dicintai Rakyatnya?

Herman by Herman
15 Mar 2026 14:12
in Berita Utama, News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Kenapa Pemimpin Iran Begitu Dicintai Rakyatnya?

Sudah begitu, ada pula kebijakan aneh: orang miskin kini terancam bayar BPJS tiap bulan, tapi kalau sakit, penyakit tertentu tak ditanggung. Kecelakaan berat? Pasien cuci darah dan lainnya berjuang sendiri.

Di Iran, konon, seluruh penyakit ditanggung. Kurap, panu, sampai pikun—yang belakangan ini sering diidap oleh bekas pemimpin—semua diobati. Pemimpin Iran tidak membiarkan rakyatnya mati kurus di atas tanah yang gersang. Keteladanan adalah kunci. Pemimpin Iran tidak “omon-omon”—tidak sekadar berjanji muluk-muluk di depan mikrofon.

Ketika berjanji memberlakukan UU perampasan aset, itu diberlakukan. Saat janji lapangan kerja, itu tersedia, bahkan berlebih. Mereka tidak sibuk menjadi herois dengan ingin memberi asupan gizi seluruh anak Indonesia, dengan mengeruk lebih dalam APBN, tapi anehnya kebijakan yang baru setengah jalan itu hampir tiap hari dikomplain rakyatnya sendiri.

Pemimpin Iran tidak perlu itu, yang mereka pikirkan adalah rakyat, kesejahteraan rakyat, dan kedaularan rakyat. Di sini, kita tertegun. Mengapa di tanah yang kerontang, terbentang luas gurun dan padang pasir, keadilan bisa tumbuh rindang? Sementara di tanah yang hijau royo-royo, keadilan hanya menjadi barang dagangan jelang pemilihan?

Iran mengajarkan kita, bahwa kecintaan tulus rakyat tidak bisa dibeli dengan pencitraan sesaat, melainkan dengan kepastian jawaban yang berimbas pada kehidupan nyata. Bahwa pemimpin sejati bukan yang paling nyaring suaranya, melainkan yang paling pertama hadir saat rakyatnya butuh air, butuh cahaya, dan butuh harapan.

Mungkin, kisah Iran adalah sebuah cermin retak bagi kita. Apakah kita akan terus memuji cermin yang pecah, atau berani menuntut wajah pemimpin yang benar-benar memanusiakan manusia? Dan, sudahkah kita benar-benar mecintai pemimpin Konoha?? Wallahu’alam. (Aguk Irawan MN)

RELATED POSTS

AS Pertimbangkan Blokade Laut Iran, Trump Pilih Tekanan Ekonomi

Iran Ajukan Solusi Hormuz, Trump Tetap Desak Isu Nuklir

Iran Usul Buka Selat Hormuz, Konflik dengan AS Diakhiri Bertahap

Negosiasi Iran–Amerika Serikat Buntu, Harapan Damai Kian Memudar?

Donald Trump Batalkan Misi Diplomatik ke Pakistan, Ketegangan dengan Iran Berlanjut

Page 2 of 2
Prev12
Tags: IranPemimpin
Next Post
Mengais Rejeki Minggu Terakhir Ramadhan  Di SOR Merdeka

Mengais Rejeki Minggu Terakhir Ramadhan Di SOR Merdeka

Awal Periode Mudik Lebaran, BMKG: Cuaca Relatif Kondusif Namun Waspadai Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah

Awal Periode Mudik Lebaran, BMKG: Cuaca Relatif Kondusif Namun Waspadai Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.