“Kehadiran buyer nasional maupun global diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan sehingga industri pendukung ekosistem olahraga tidak hanya memperoleh transaksi jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok industri dan ritel secara lebih luas dan berkesinambungan,” tegas Reni.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin, Budi Setiawan, menyampaikan bahwa kegiatan business matching ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Sport and Active Wear (ISAW) 2026 yang akan kembali digelar pada September mendatang.
Sebanyak 22 IKM pakaian, sepatu, dan alat olahraga mengikuti kegiatan tersebut dan dipertemukan dengan lebih dari 30 calon mitra potensial yang terdiri atas buyer, organisasi olahraga, federasi olahraga, hingga pelaku usaha ritel. Selain sesi business matching, kegiatan juga diisi dengan diskusi, pitching bisnis, dan networking untuk memperkuat kolaborasi antar-pelaku industri.
Pemerintah melalui Kemenperin akan terus berkomitmen mendukung pengembangan industri olahraga nasional melalui berbagai program pembinaan, peningkatan kapasitas SDM, fasilitasi promosi, penguatan inovasi, serta perluasan akses pasar guna meningkatkan daya saing produk olahraga Indonesia di pasar domestik maupun global.***
Sumber: Siaran Pers Kemenperin

















