Dalam tiga tahun terakhir, perusahaan ini telah menunjukkan kinerja yang positif dengan peningkatan skala usaha hampir dua kali lipat pada tahun 2023 dan kembali tumbuh dua kali lipat pada tahun 2024.
Bahkan, dalam dua bulan pertama tahun 2025, capaian pendapatan perusahaan telah melampaui total pendapatan sepanjang tahun sebelumnya. Setelah sebelumnya berfokus pada vanili, pada 2025 Adore mulai mengembangkan unit pengolahan kakao.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika, menyampaikan bahwa ekspor perdana olahan kakao ini merupakan wujud nyata dari penguatan hilirisasi industri kakao nasional.
“Ekspor cocoa butter dan white chocolate ke pasar Prancis ini menunjukkan bahwa industri pengolahan kakao Indonesia semakin mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan berdaya saing global. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memacu hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan oleh Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Merrijantij Punguan Pintaria bahwa penguatan hilirisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan ekspor, tetapi juga memberikan efek berganda bagi sektor hulu, khususnya petani kakao.
“Kami terus mendorong keterpaduan antara sektor hulu dan hilir agar tercipta rantai pasok yang berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, termasuk peningkatan kesejahteraan petani kakao,” pungkasnya.
Pelepasan ekspor ini mencerminkan semakin kuatnya kapasitas industri pengolahan kakao nasional dalam menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar internasional, khususnya Eropa.
Dengan mengusung tagline “from local cacao farmers to the chef’s choice”, Adore berperan dalam menghubungkan petani kakao lokal dengan kebutuhan pasar global, khususnya para profesional kuliner dan pastry chef.
















