Menurutnya, capaian tersebut turut mengangkat posisi Indonesia di mata dunia dalam sektor pangan. Ia menyebut, berbagai pengakuan internasional yang diterima Indonesia menjadi bukti bahwa penguatan sistem pangan nasional mendapat perhatian global.
“Dulu Presiden Soeharto pernah mendapatkan penghargaan dari FAO atas keberhasilan sektor pangan. Sekarang, di era Presiden Prabowo, dalam waktu satu tahun Indonesia kembali mendapatkan dua penghargaan dari FAO, yakni penghargaan tertinggi bidang ketahanan pangan dan penghargaan atas kontribusi memperkuat sistem pangan global,” katanya.
Amran menegaskan, keberhasilan tersebut bukan hanya berdampak bagi Indonesia, tetapi juga memberi kontribusi terhadap penguatan sistem pangan dunia.
“Ketahanan pangan yang kita bangun hari ini bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga memberi dampak bagi dunia,” tambahnya.
Laporan Rice Outlook April 2026 yang diterbitkan United States Department of Agriculture (USDA) juga mencatat Indonesia sebagai negara dengan penurunan impor beras paling signifikan dibandingkan sekitar 80 negara lainnya.
Indonesia tercatat mengalami penurunan impor hingga 3,8 juta ton pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Amran menegaskan, keberhasilan penguatan produksi pangan nasional tidak hanya berdampak terhadap penguatan posisi Indonesia dalam sistem pangan global, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) Tanpa Perikanan secara nasional sejak Juli 2024 konsisten berada di atas 120. Bahkan, indeks tertinggi dalam tujuh tahun terakhir tercatat pada Desember 2025 dan Februari 2026 yang mencapai 126,11.
Selain itu, indeks harga yang diterima petani padi juga terus menunjukkan tren positif dengan konsisten berada di atas 130 poin sejak Juni 2024. Pada Maret 2026, indeks tersebut tercatat mencapai 144,52 atau lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 137,94.
“Keberhasilan sektor pangan tidak hanya diukur dari produksi yang meningkat, tetapi juga dari kesejahteraan petani yang semakin baik serta kontribusi Indonesia terhadap stabilitas pangan dunia,” tutup Amran.***
Sumber: Siaran Pers Bapanas
















