TERASJABAR.ID – Yuvita Tri (27), seorang wanita asal Rancaekek yang menghilang selama 3 tahun diduga disekap di sebuah kosan di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung ditemukan penuh luka di RSHS Bandung.
Tragisnya, Yuvita ditemukan dengan kondisi mengenaskan penuh luka diduga jadi korban perlakuan tidak manusiawi setelah dianiaya dan disekap diduga oleh kekasihnya oleh TH (31).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang sempat menghilang tanpa kabar selama kurang lebih 3 tahun ditemukan pihak keluarga dalam kondisi sangat mengenaskan. Hingga Rabu (17/6/2026), korban masih terbaring di RSHS Bandung.
Peristiwa ini pun viral di media sosial dan berdasarkan surat laporan kepolisian yang beredar, pihak keluarga awalnya mendapatkan pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang mengabarkan keberadaan korban di RSHS Bandung.
Saat didatangi, korban didapati mengalami luka berat di sekujur tubuhnya, mulai dari bagian kepala, wajah, hingga kaki.
Dampak kekerasan ini diduga menggunakan benda tumpul dan senjata tajam mengakibatkan kondisi fisik korban kini mengalami gangguan fungsi tubuh yang sangat berat.
Korban dilaporkan tidak bisa melihat secara normal, mengalami kondisi bibir sumbing, kesulitan untuk berbicara, hingga kehilangan kemampuan untuk berjalan. Kejadian ini sudah dalam penanganan Polda Jabar.
Yuvita diketahui ber-KTP Antapani, Kota Bandung, yang telah lama menetap di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung ini memang kondisinya memprihatinkan yang diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan kekasihnya, TH belum lama ini.
Selain mengalami penganiayaan, korban juga diduga disekap oleh TH, kekasihnya disebuah kosan di Cileunyi dan telah dilaporkan pihak keluarga ke Polda Jabar.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan membenarkan adanya laporan tersebut.
“Peristiwa tersebut kasus terungkap setelah pelapor menerima informasi melalui WhatsApp dari seseorang yang tidak dikenal bahwa korban berada di IGD RSHS Bandung,”ujar Hendra.
Setelah itu, kata Hendra, pelapor mendatangi RSHS dan diketahui bahwa korban mengalami luka berat dibagian kepala, wajah, kaki dan luka ringan dibagian tangan.
Sebelum ditemukan, keluarga ternyata sudah lama tidak mengetahui keberadaan korban. Menurut Hendra, korban bahkan dianggap menghilang selama kurang lebih tiga tahun.
Polisi menduga selama rentang waktu tersebut korban berulang kali mengalami tindakan penganiayaan yang dilakukan pelaku menggunakan berbagai cara, mulai dari tangan kosong, benda tumpul, hingga senjata tajam. Selain itu, sejumlah barang berharga milik korban juga dilaporkan hilang.
“Diduga selama rentang waktu tersebut mendapatkan perlakuan penganiayaan dari terlapor dengan menggunakan tangan, benda tumpul, senjata tajam, serta barang berharga milik korban hilang,”ungkap Hendra.
Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka berat yang berdampak pada aktivitas sehari-harinya. Kondisi fisiknya disebut mengalami penurunan signifikan, mulai dari gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, hingga tidak bisa berjalan.
Pelaku diduga telah melanggar Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengenai penganiayaan berat.
Terus bergulir
Kasus ini ternyata terus bergulir dan viral di media sosial. Fakta mengejutkan ternyata korban Yuvita dengan TH, kekasihnya saling kenal dari sebuah konser musik di kawasan Kota Bandung.
Adik korban, Syahrul Ulum (26), mengungkapkan bahwa kakaknya pertama kali bertemu TH saat menonton konser di Tritan Point. Meski tidak ingat persis kapan perkenalan itu terjadi, Syahrul memastikan hubungan mereka sudah berlangsung sebelum Yuvita adiknya menghilang dari keluarga tiga tahun lalu.
Diungkap Syahrul, kakaknya sempat membawa TH ke rumah dan memperkenalkannya sebagai teman. “Pernah ketemu sama saya, sama mamah di rumah. Hanya dikenalkan saja, “kata Syahrul ketika ditemui di kediamannya di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu (17/6).
Sebelum menghilang, Yuvita kakaknya bekerja di sebuah perusahaan makanan di kawasan Pasteur, Kota Bandung. Tidak lama setelah menjalin hubungan dengan TH, kakaknya mulai sulit dihubungi hingga akhirnya lenyap dari lingkungan keluarga. Keluarga sempat mencari ke kos dan tempat kerjanya, tetapi sudah tidak ada di kedua lokasi tersebut.
Selama tiga tahun, keluarga tidak mengetahui keberadaan Yuvita. Kabar terakhir sangat mengejutkan.
Korban dirawat di RSHS Bandung dalam kondisi kritis di RSHS Bandung.
Syahrul mengatakan bahwa Yuvita kakaknya belum menikah dengan TH. Kasus ini pun kini telah ditangani kepolisian setelah keluarga melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan TH.

















