TERASJABAR.ID– Banyak pihak mengapresiasi gebrakan Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang telah menertibkan dengan membongkar lapak pedagang kali lima (PKL) dan bangunan liar (bangli) di kawasan Sukajadi dan A. Yani Cicadas, Cicadas, Kota Bandung.
Di kawasan Cicadas yang sebelumnya trotoar dipenuhi lapak PKL dan bangli membuat “heurin” dan kumuh kini “mernah”, setelah KDM dengan ketegasannya membongkar lapak-lapak PKL dan bangli yang melibatkan Satpol PP Jabar dan Kota Bandung.
Kawasan Cicadas sejak Jalan Asep Berlian hingga pertigaan A. Yani- Jalan Cikutra yang sebelumnya dipenuhi lapak PKL kini terlihat “molongpong”.
Pejalan kaki pun kini dengan nyaman bisa menggerakkan kakinya di trotoar tak ke badan jalan lagi. Sementara toko-toko sudah tak terhalang lagi oleh keberadaan PKL yang menyita trotoar dan kini terlihat bersih, rapih dan lapang.

Terkait gebrakan “Bapa Aing”, sapaan KDM, orang nomor satu di Jabar ini, kini banyak pihak warga Bandung timur berharap KDM menyentuh pula kawasan Bunderan Cibiru, Kota Bandung, Cileunyi dan Rancaekek, Kabupaten Bandung dan kawasan Jalan Bandung-Garut wilayah Kabupaten Sumedang serta Kabupaten Bandung.
Pasalnya, mereka melihat, di kawasan tersebut, marak PKL dan bangli di trotoar yang sangat mengganggu pejalan kaki, merusak estetika dan mengundang kerawanan kecelakaan lalu lintas.
“Lihat saja di Kawasan Bundaran Cibiru, PKL dan bangli marak. Belum lagi di kawasan Cileunyi, terutama di bawah jembatan Tol Cisumdawu. Termasuk di Jalan Raya Bandug-Garut wilayah Kabupaten Sumedang dan Bandung,” kata Susilawati (54), dosen perguruan tinggi di Jatinangor, Jumat (29/5/2026).
Karena PKL dan bangli marak dibiarkan, kata Susilawati warga Cileunyi, ia berharap KDM melakukan gebrakan di wilayah tersebut seperti yang dilakukan di Sukajadi dan Cicadas.
Marak dan dibiarkan
Sementara itu, berdasarkan pantauan Jumat (28/5/2026), di kawasan Bundaran Cibiru, PKL dan bangli dibiarkan marak, terutama di kiri jalan arah dari Cileunyi telah menyita trotoar.
Sementara di sejumlah titik di kawasan Cileunyi PKL dan bangli sama dibiarkan. Yang lebih parah di kolong jembatan Tol Cisumdawu kawasan Simpang Susun Cileunyi.
Keberadaan PKL dan bangli di bawah jembatan Tol Cisumdawu ini diperparah dimana kawasan ini dijadikan “terminal” sejumlah trayek angkot.
Sedangkan di Jalan Raya Bandung-Garut yang masuk wilayah Kabupaten Sumedang dan Bandung pun, keberadaan PKL dan bangli dibiarkan.
PKL dan bangli di Jalan Bandung-Garut ini, selain diwilayah Cileunyi dan Rancaekek, Kabupaten Bandung, juga di wilayah Jatinangor dan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.
“Saya berharap PKL dan bangli Jalan Bandung-Garut ditertibkan juga. Bahkan, di jalan ini, selain sepeda motor melawan arus, PKL depan PT Kahatek ini hingga “ngampar” atau buka lapak di badan jalan,” kata Yanuar, warga Rancaekek.

















