TERASJABAR.ID – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang dilaporkan mengalami dua kali erupsi pada Sabtu pagi.
Letusan pertama terjadi pada pukul 06.56 WIB dengan kolom abu mencapai ketinggian sekitar 700 meter di atas puncak, atau setara 4.376 meter di atas permukaan laut.
“Erupsi pertama terjadi pada pukul 06.56 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian.
Ia menjelaskan bahwa kolom abu tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal dan mengarah ke barat daya serta barat.
Aktivitas vulkanik tersebut juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan berlangsung selama 105 detik.
Selang beberapa menit, tepatnya pukul 07.05 WIB, Semeru kembali mengalami erupsi dengan karakteristik yang hampir sama.
Tinggi kolom letusan kembali teramati sekitar 700 meter di atas puncak, dengan warna abu serupa dan arah sebaran yang tetap menuju barat daya dan barat.
Durasi letusan kedua tercatat selama 103 detik dengan amplitudo maksimum yang sama.
Sigit menambahkan bahwa saat ini status Semeru berada pada Level III atau Siaga.
Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi, serta diminta waspada terhadap potensi awan panas, lava, dan lahar di wilayah aliran sungai sekitar gunung.-***















