Terdapat desain daun segitiga pada sisi-sisi mahkota bagian tengah, serta ornamen Garuda Mungkur di bagian belakangnya. Hal tersebut dimaknai bahwa seorang pemimpin harus mampu melindungi masyarakatnya dengan keberanian dan sifat kesatria.
Untuk bagian bawah (resi), desain mahkota memiliki makna terkait ajaran Kasundaan Bunisora Suradipati. Nama tersebut merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Sunda yang memerintah di masa Kerajaan Sunda-Galuh sekitar abad ke-14. Ia dikenal sebagai pemimpin bijaksana yang memperkuat nilai budaya, spiritualitas, serta tata kehidupan masyarakat.
Sesuai dengan pembagian peranannya, resi memang terdiri dari kelompok kaum intelektual, penasehat, atau orang bijak yang memberi ilmu dan pertimbangan.
Melihat nilainya yang sangat besar, tak heran Mahkota Binokasih disimpan rapat-rapat oleh Keraton Sumedang Larang.
Namun dalam rangka Milangkala Tatar Sunda, mahkota tersebut dibawa ke beberapa kabupaten/kota sebagai perwujudan napak tilas Pajajaran. Hal ini tentunya jadi momentum bagi masyarakat untuk bisa mengenali lebih dalam sejarah Kerajaan Sunda.***
Sumber: Humas Pemprov Jabar
















