TERASJABAR.ID – Larangan bermain yang dijatuhkan kepada pemain Benfica, Gianluca Prestianni, akibat tindakan diskriminatif terhadap Vinicius Junior kini resmi berlaku secara global setelah diperluas oleh FIFA.
Komite disiplin FIFA memutuskan memperluas hukuman yang sebelumnya dijatuhkan UEFA, yang awalnya hanya berlaku di kompetisi Eropa.
Prestianni mendapat sanksi pada April lalu setelah mengakui menggunakan bahasa homofobik terhadap Vinicius dalam laga Liga Champions pada Februari.
Awalnya, Vinicius menuding pemain berusia 20 tahun tersebut melakukan pelecehan rasial.
Namun, UEFA menyatakan tidak menemukan bukti terkait tuduhan rasisme, yang juga dibantah oleh Prestianni.
Dalam insiden itu, Prestianni terlihat menutupi mulutnya dengan jersey saat berbicara kepada Vinicius.
Setelah kejadian tersebut, IFAB selaku pembuat aturan sepak bola menyatakan tindakan menutupi mulut saat berbicara akan dianggap pelanggaran kartu merah di Piala Dunia atas permintaan FIFA.
Jika terbukti melakukan pelecehan rasial, Prestianni sebenarnya bisa menghadapi hukuman minimal 10 pertandingan di kompetisi Eropa.
Namun, ia akhirnya dijatuhi sanksi enam pertandingan, dengan tiga laga ditangguhkan selama dua tahun dan satu laga telah dijalani sebagai skorsing sementara.
Dengan keputusan FIFA, Prestianni terancam absen pada dua laga awal Argentina national football team di 2026 FIFA World Cup jika masuk skuad.-***
















