TERASJABAR.ID — Meningkatnya kasus kejahatan jalanan, khususnya aksi begal, menjadi perhatian serius DPRD Kota Bandung.
Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., menilai upaya menjaga keamanan kota harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Edwin mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bandung bersama jajaran kepolisian dan Brimob Polda Jawa Barat yang telah membentuk tim khusus untuk menangani aksi begal.
Menurutnya, kehadiran tim tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada warga.
“Pembentukan tim antibegal merupakan langkah yang patut diapresiasi. Namun upaya ini harus terus diperkuat agar penanganan kejahatan jalanan dapat lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan bagian dari pelayanan dasar yang wajib dipenuhi pemerintah. Karena itu, seluruh pihak terkait perlu memastikan langkah-langkah pencegahan maupun penindakan berjalan secara optimal.
Edwin juga mengingatkan bahwa DPRD Kota Bandung telah mengesahkan Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum, Ketenteraman, dan Perlindungan Masyarakat yang menjadi landasan dalam menjaga kondusivitas wilayah serta memberikan perlindungan kepada warga.
Meski demikian, ia menilai persoalan keamanan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah dan aparat penegak hukum. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
“Saya mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga lingkungan. Kegiatan siskamling perlu ditingkatkan agar potensi tindak kriminal dapat dideteksi dan dicegah sejak dini,” katanya.
Menurut Edwin, luas wilayah Kota Bandung yang terdiri dari 30 kecamatan dan 151 kelurahan membuat pengawasan tidak mungkin hanya mengandalkan aparat keamanan. Oleh sebab itu, peran warga dalam menjaga lingkungan sekitar menjadi sangat strategis.
Selain mengajak masyarakat aktif dalam menjaga keamanan lingkungan, Edwin juga mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, terutama pada malam hari.
Ia menyarankan masyarakat menghindari lokasi yang sepi dan minim penerangan, tidak bepergian sendirian di jam-jam rawan, serta tidak menggunakan barang atau perhiasan yang dapat menarik perhatian pelaku kejahatan.
Ia menilai tindak kriminal umumnya muncul ketika ada niat dan kesempatan.
Untuk itu jangan memberikan kesempatan kepada orang yang berniat melakukan kejahatan.
Lebih lanjut, Edwin mengungkapkan bahwa faktor ekonomi turut menjadi salah satu penyebab munculnya kejahatan jalanan. Namun demikian, keterbatasan pengawasan di lapangan juga sering dimanfaatkan oleh pelaku untuk menjalankan aksinya.
Untuk memperkuat sistem pencegahan, ia mendorong Pemkot Bandung memperluas jaringan kamera pengawas atau CCTV di berbagai titik strategis. Keberadaan CCTV dinilai dapat membantu aparat melakukan pemantauan sekaligus mempermudah proses penelusuran apabila terjadi tindak kriminal.
Selain itu, peningkatan kualitas penerangan jalan umum juga dianggap penting karena area yang gelap dan minim pengawasan kerap menjadi lokasi yang rawan kejahatan.
Edwin berharap sinergi antara patroli aparat keamanan, penguatan siskamling, pemanfaatan teknologi pengawasan, serta meningkatnya kesadaran masyarakat dapat menekan angka kriminalitas di Kota Bandung.
“Jika patroli keamanan terus ditingkatkan, didukung pemanfaatan CCTV, peran aparat kewilayahan, TNI-Polri, dan partisipasi aktif masyarakat melalui siskamling, saya optimistis tingkat kejahatan jalanan dapat ditekan sehingga warga merasa lebih aman dalam beraktivitas,” ujarnya.
Semoga versi ini lebih terasa seperti berita/rilis media yang baru dan tidak menyerupai naskah asli.

















