TERASJABAR.ID – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Mufidah Kurniasih, menekankan pentingnya percepatan transformasi pendidikan nasional sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045.
Menurutnya, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik serta perluasan digitalisasi pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), menjadi faktor penting dalam mewujudkan tujuan tersebut.
Dalam acara Dialektika Demokrasi di Gedung DPR RI, Senayan, Mufidah menyampaikan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga oleh tersedianya sarana dan prasarana yang memadai serta dukungan terhadap guru dan dosen sebagai ujung tombak pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa digitalisasi pembelajaran perlu dibangun di atas tiga prinsip utama, yakni inklusif, adaptif, dan partisipatif.
Pendidikan yang mencakup memastikan seluruh peserta didik di berbagai daerah memperoleh akses yang sama terhadap layanan pendidikan berkualitas.
Sementara itu, pendekatan adaptif memungkinkan sistem pendidikan menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan zaman, sedangkan prinsip partisipatif mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Mufidah juga menekankan bahwa pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau kecerdasan buatan (AI), harus dibarengi dengan penguatan pendidikan karakter.
Menurutnya, penggunaan teknologi tanpa landasan etika yang kuat berisiko menimbulkan ketergantungan dan dapat mempengaruhi kemampuan berpikir peserta didik.
Selain itu, ia mengapresiasi berbagai kemajuan yang telah dicapai pemerintah, terutama dalam peningkatan infrastruktur pendidikan.
Ia juga mendorong Kementerian Diktisaintek, Kementerian Dikdasmen, dan BRIN untuk terus memperkuat upaya transformasi pendidikan melalui dukungan nasional program dan anggaran yang lebih optimal.-***

















