TERASJABAR.ID- Diabetes Mellitus (DM) masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di dunia karena dapat memicu berbagai komplikasi yang membahayakan kesehatan hingga mengancam nyawa.
Sayangnya, banyak penderita baru menyadari penyakit tersebut setelah muncul komplikasi, akibat kurangnya pemahaman mengenai bahaya dan cara pencegahannya.
DM diketahui menjadi salah satu penyebab kematian terbesar secara global.
Penyakit ini tidak hanya memengaruhi kadar gula darah, tetapi juga dapat merusak berbagai organ tubuh apabila tidak ditangani dengan baik.
Karena itu, edukasi mengenai pencegahan dan pengelolaan diabetes dinilai sangat penting untuk menekan risiko komplikasi.
Komplikasi diabetes terbagi menjadi dua jenis, yakni akut dan jangka panjang.
Pada komplikasi akut, penderita dapat mengalami ketoasidosis diabetik, yaitu kondisi ketika tubuh membakar lemak sebagai sumber energi sehingga menghasilkan zat keton berbahaya.
Selain itu, hipoglikemia atau kadar gula darah terlalu rendah juga dapat terjadi dan memicu pusing hingga kehilangan kesadaran.
Sementara komplikasi jangka panjang dapat menyerang pembuluh darah kecil maupun besar.
Kerusakan pembuluh darah kecil dapat memicu gangguan mata, ginjal, dan saraf.
Sedangkan kerusakan pembuluh darah besar dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, serta luka yang sulit sembuh.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko diabetes antara lain pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, obesitas, stres, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, faktor keturunan, dan usia lanjut.
Untuk mencegah diabetes, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat seperti menjaga asupan makanan, rutin berolahraga, serta menghindari kebiasaan buruk.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting dilakukan agar diabetes dapat terdeteksi lebih dini.-***

















