TERASJABAR.ID – Kopi susu gula aren kini semakin populer di berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga orang dewasa.
Perpaduan rasa manis dari gula aren, gurihnya susu, dan aroma kopi menciptakan cita rasa khas yang banyak digemari.
Namun, di balik kenikmatannya, minuman ini tetap menyimpan potensi risiko kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.
Kandungan gula yang tinggi dalam gula aren dapat memicu lonjakan kadar gula darah dengan cepat.
Jika dikonsumsi terus-menerus, kondisi ini berisiko menurunkan sensitivitas insulin dan meningkatkan peluang terjadinya diabetes tipe 2.
Selain itu, kombinasi susu dan gula juga menyumbang kalori yang cukup besar, sehingga berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan hingga obesitas bila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik.
Tidak hanya itu, sifat gula aren yang lengket dapat menempel pada gigi dan memicu pertumbuhan bakteri penyebab kerusakan gigi.
Kandungan kafein dalam kopi juga bisa mengganggu kualitas tidur, terutama jika diminum pada sore atau malam hari, serta memicu gangguan pencernaan seperti perut perih atau kembung, khususnya bagi penderita maag atau intoleransi laktosa.
Dari sisi kardiovaskular, kafein dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah sementara.
Jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang, hal ini bisa memperburuk risiko penyakit jantung.
Agar tetap aman, konsumsi kopi susu gula aren sebaiknya dibatasi, kurangi kadar gula, pilih susu rendah lemak, dan hindari meminumnya saat perut kosong.
Dengan pola konsumsi yang bijak, minuman ini tetap bisa dinikmati tanpa mengganggu kesehatan.-***















