TERASJABAR.ID – Bupati Bandung Dadang Supriatna menginisiasi forum koordinasi lintas daerah di kawasan Bandung Raya guna membahas penanganan banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum serta persoalan sampah yang semakin mendesak.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam Rapat Koordinasi Penanganan Banjir DAS Citarum dan Permasalahan Sampah Bandung Raya di Gedung Moh Toha Kodim 0624/Kabupaten Bandung, Rabu (3/6/2026).
Dadang Supriatna atau yang akrab disapa Kang DS menegaskan bahwa persoalan banjir dan sampah tidak dapat ditangani secara sendiri-sendiri oleh masing-masing daerah.
Menurutnya, dampak kedua masalah tersebut dirasakan oleh seluruh wilayah Bandung Raya, meliputi Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, hingga Kabupaten Sumedang.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Dandim 0624 Kabupaten Bandung yang langsung merespons inisiatif ini. Persoalan banjir dan sampah bukan hanya terjadi di Kabupaten Bandung, tetapi menjadi persoalan bersama Bandung Raya yang harus diselesaikan secara kolaboratif,” kata KDS.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, normalisasi Sungai Citarum terbukti mampu mengurangi dampak banjir di sejumlah wilayah.
Program yang dijalankan BBWS Citarum pada 2010 dan dilanjutkan melalui program Citarum Harum sejak 2018 dinilai berhasil mempercepat surutnya genangan di kawasan Baleendah dan Dayeuhkolot.
Namun, kondisi sungai saat ini kembali menghadapi tantangan akibat tingginya sedimentasi yang diperkirakan mencapai sekitar 10 juta meter kubik.
Endapan tersebut mengurangi kapasitas tampung sungai sehingga meningkatkan potensi banjir saat curah hujan tinggi.
Selain normalisasi sungai utama, Pemkab Bandung juga membentuk tim pentahelix di sembilan kecamatan rawan banjir untuk mempercepat penanganan anak sungai dan saluran air melalui kerja sama berbagai pihak.
Kang DS juga menyoroti pentingnya kepatuhan pengembang terhadap aturan tata ruang, termasuk kewajiban menyediakan minimal 10 persen lahan untuk sarana pengendalian banjir.
Di sisi lain, ia mengingatkan kapasitas TPA Sarimukti yang semakin terbatas sehingga diperlukan langkah antisipatif dalam pengelolaan sampah.
Ia berharap pertemuan tersebut menghasilkan rekomendasi dan tindakan nyata demi kepentingan masyarakat Bandung Raya.
Sementara itu, Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah menilai forum tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi dan mempercepat lahirnya solusi konkret bagi penanganan banjir serta persoalan sampah di Bandung Raya.-***
















