“Kita akan menyusun dan mendukung beberapa program yang luar biasa, antara lain pelatihan untuk para trainer baca Al-Qur’an Braille,” tutur Sodik.
Sementara itu, Ketua Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL), Sri Agustini, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan berkelanjutan dari BAZNAS RI.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan transformasi dari mustahik menjadi muzaki ini merupakan bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berdaya secara finansial.
“Terima kasih BAZNAS, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS yang sejak tahun 2016 telah memberdayakan disabilitas sehingga mampu mengubah disabilitas yang tadinya mustahik menjadi munfiq atau muzaki. Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh untuk semuanya,” kata Sri Agustini.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah perwakilan komunitas, antara lain Ketua Yayasan Anugrah Jaya Disabilitas Yudi Yudiana, perwakilan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kanah Anna, perwakilan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Kota Bandung Warti Eryani, perwakilan UMKM Disabilitas Resti Rustini, pendamping Syifa, perwakilan Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Pusat Toto beserta pendamping, serta perwakilan APDL Riki Maulana.***
Sumber: Siaran Pers BAZNAS

















