Sementara itu, Pimpinan Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menekankan pentingnya menghadirkan nilai spiritual dalam layanan kurban, agar tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan.
Ia mengajak para pengelola zakat untuk menguatkan pesan-pesan keagamaan yang menyentuh dimensi spiritual, filosofis, dan sosial dalam setiap aktivitas kurban.
“Fundraising kurban saat ini perlu kembali menguatkan nilai-nilai spiritual masyarakat, dengan menyampaikan makna-makna keagamaan, filosofis, dan sosial secara utuh,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan layanan kurban dilakukan melalui peningkatan kualitas komunikasi dakwah, perluasan kanal pembayaran, percepatan digitalisasi, serta penguatan layanan amil, termasuk transparansi pelaporan kepada pekurban.
Sementara itu, Pakar Digital Fundraising sekaligus Direktur Eksekutif LAZNAS Salam Setara, Ahmad Mujahid, menjelaskan pentingnya pemanfaatan platform digital untuk memudahkan masyarakat dalam berkurban, termasuk melalui skema pembayaran yang lebih fleksibel.
Menurutnya, layanan digital juga harus didukung dengan transparansi dan dokumentasi yang baik agar kepercayaan masyarakat semakin meningkat.
Acara ini dihadiri secara daring oleh pimpinan BAZNAS dari seluruh Indonesia serta perwakilan lembaga amil zakat dari berbagai daerah. Forum ini diharapkan dapat memperkuat sinergi nasional dalam menghadirkan layanan kurban yang lebih baik, bermakna, dan berdampak luas bagi masyarakat.***
Sumber: Siaran Pers BAZNAS
















