TERASJABAR.ID – Pemerintah terus memperkuat upaya penyelamatan pangan guna mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi sisa pangan.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong keterlibatan berbagai pihak agar pangan yang masih aman dan layak konsumsi dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak berakhir menjadi sampah.
Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional, Nita Yulianis mengatakan, penyelamatan pangan menjadi bagian penting dalam membangun sistem pangan berkelanjutan. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Penyelamatan Pangan Provinsi Aceh, baru-baru ini.
“Penyelamatan pangan menjadi bagian penting dalam membangun sistem pangan berkelanjutan dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Menurut Nita, upaya penyelamatan pangan dimulai dari pencegahan sisa pangan sebagai prioritas utama. Pangan berlebih yang masih aman dan layak konsumsi dioptimalkan pemanfaatannya melalui redistribusi pangan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sementara, untuk pangan yang tidak layak konsumsi dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak, kompos, hingga kebutuhan industri melalui konsep ekonomi sirkular. “Pembuangan ke tempat pemrosesan akhir harus menjadi pilihan terakhir,” tegasnya.
Pemerintah, lanjut Nita, telah menetapkan target penyelamatan pangan dalam RPJMN 2025–2029 sebesar 3 hingga 5 persen pangan terselamatkan.
Untuk mencapai target tersebut, diperlukan dukungan pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat melalui kolaborasi pentahelix.

















